Piala dunia 2010

Rooney Ingin Sendiri di Depan

Kompas.com - 12/06/2010, 23:48 WIB

RUSTENBURG, KOMPAS. com - Kesuksesan berperan sebagai penyerang tunggal di Manchester United musim lalu, membuat Wayne Rooney tergoda untuk mendapat peran serupa di tim nasional Inggris. Rooney mengungkapkan hal ini secara terang-terangan saat ia diwawancara FourFourTwo.

"Saya lebih suka menjadi penyerang tunggal, daripada harus berbagi peran dengan yang lain," katanya.

Sepanjang musim kompetisi 2009/2010, Rooney membukukan 16 gol untuk The Red Devils. Catatan inilah yang menjadi pegangan Rooney untuk berani mengungkapkan ambisi pribadinya tersebut.

"Sebelumnya, selama 2 atau 3 musim terakhir, saya harus bermain melebar, sementara Cristiano Ronaldo lebih sering bermain di tengah. Tapi sekarang sudah berubah," paparnya.

Ya, menyusul kepergian Ronaldo ke Real Madrid, dan Carlos Tevez ke Manchester City, Rooney memang kembali mendapat posisi favoritnya, sebagai penyerang tunggal. Dan ia sukses mengonversikannya dengan penampilan yang gemilang sepanjang musim lalu

Namun, di mata legenda sepakbola Manchester United Sir Bobby Charlton, keinginan Rooney itu kurang tepat. Ia justru menyarankan pemuda berusia 24 tahun itu untuk tidak bermain di depan sendirian.

Charlton pun mengingatkan Capello untuk tidak membiarkan Rooney bekerja sendiri.

"Jika saya punya satu nasihat yang bisa dipakai Fabio Capello tentang bagaimana memenangkan Piala Dunia, saya akan bilang padanya, 'semua tergantung pada cara kamu menggunakan Rooney'," ujar pria berusia 72 tahun itu.

"Orang boleh menyebut Rooney mirip Pele, Eusebio, atau legenda lain. Tapi saya khawatir bila Rooney harus bermain sendirian di Piala Dunia. Rooney memang telah membuktikan dirinya sanggup berperan sebagai striker tunggal di MU. Tapi bila Inggris ingin menang di Afsel, mereka harus meninggalkan cara ini," tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau