Pansel pimpinan kpk

Syafii Ma'arif Lebih Baik Mundur

Kompas.com - 13/06/2010, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok pengkritisi pemerintahan yang menamakan diri Petisi 28 menghimbau Syafii Ma'arif untuk mundur sebagai panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Usulan ini dibuat karena lembaga tersebut dinilai sudah tak dapat lagi dipercaya.

"Contohnya saja kasus Century, awalnya KPK yang bilang ada yang salah dalam kebijakan itu, tapi sekarang bail out Century dibilang tidak ada masalah. Ini kan aneh," ujar Mashiton Pasaribu, Minggu (26/6/2010), di Doekoen Coffee, Jakarta.

Anggota Petisi 28 lainnya, Harrys Rusli, juga menilai Syafii Ma'arif hanya dijadikan sebagai simbol moralitas lembaga itu saja. "Coba liat yang daftar jadi pimpinan KPK para kuasa hukum pembela koruptor," ungkapnya.

Dengan pendaftar yang ikut dalam seleksi pimpinan KPK tersebut, Petisi 28 pesimis pemimpin KPK yang terpilih nanti merupakan orang yang berani memberantas korupsi di pemerintah maupun DPR. Selain itu, kelompok ini juga beralasan kehadiran Syafii Ma'arif dalam pansel sia-sia karena bursa seleksi pimpinan KPK sudah sarat dengan politik kekuasaan.

"Ketua Pansel, Menteri Hukum dan HAM yang bertanggung jawab kepada presiden dalam memberikan nama calon pemimpin KPK, untuk selanjutnya diberikan ke DPR yang juga dikuasai setgab. Ini kan jadi sia-sia," ujar Harrys Rusli. Pada kesempatan itu pula, Petisi 28 mengajak Syafii Ma'arif untuk bergabung dengan kelompok itu sebagai gerakan ekstra parlemen untuk memberantas korupsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau