Piala dunia 2010

Ghana Akhiri Paceklik Kemenangan Afrika

Kompas.com - 14/06/2010, 00:31 WIB

JOHANNESBURG, Kompas.com - Penantian para pecinta sepak bola di benua Afrika, untuk melihat salah satu negara mereka meraih kemenangan di Piala Dunia 2010, menjadi kenyataan. Ghana berhasil mewujudkan keinginan masyarakat bola Afrika, setelah mereka mengalahkan Serbia 1-0, Minggu (13/6/10).

Asamoah Gyan yang menghilangkan dahaga selama tiga hari ini, setelah dia dengan sempurna mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-83. Tak ayal, Stadion Loftus Versfeld di Pretoria itu seolah-olah bakal runtuh oleh pekikan dan histeria para pendukung Ghana.

Memang, sejak turnamen antarnegara paling bergengsi ini dibuka pada Jumat (11/6/10), tim-tim dari benua Afrika gagal mendulang poin penuh. Tuan rumah, Afrika Selatan, yang tampil pada laga perdana, hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawan Meksiko. Padahal, mereka sudah lebih dulu unggul lewat gol spektakuler Siphiwe Tshabalala. Tetapi Rafael Marquez mampu mencetak gol balasan, dan memupus kemenangan yang sudah di depan mata.

Setelah itu, dua wakil lainnya dari benua hitam tersebut dipaksa bertekuk lutut. Nigeria, yang bermain pada hari Sabtu (11/6/10), harus menelan pil pahit karena kalah 0-1 dari Argentina, yang mencetak gol cepat pada menit keenam lewat sundulan terbang bek Gabriel Heinze. Kemudian, Aljazair yang bermain pada Minggu (13/6/10), kalah menyakitkan dari Slovenia, akibat kegagalan kiper Fawzi Chaochi mengantisipasi bola tendangan Robert Koren.

Harapan untuk mengakhiri paceklik kemenangan pun ditujukan kepada Ghana, walaupun "The Black Stars" tidak diperkuat gelandang bertenaga diesel Michael Essien, yang masih bergelut dengan cedera. Ternyata, pasukan "Bintang Hitam" ini mampu menjawabnya, lewat gol penalti Gyan tujuh menit menjelang pertandingan usai.

"Rasakan ini, Ghana ada di sini!" demikian spanduk yang dibentangkan fans Ghana, yang punya mimpi sangat besar, yaitu ingin meruntuhkan dominasi Eropa dan Amerika Selatan di ajang Piala Dunia--sejak Piala Dunia pertama digelar tahun 1930 hingga sekarang, trofi hanya digenggam oleh negara-negara dari Eropa dan Amerika Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau