Rustenburg, Kompas
Gara-gara blunder Green, Inggris ditahan Amerika Serikat (AS) 1-1 pada laga Grup C di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Sabtu (12/6). Namun, semua pemain tak ingin menyalahkan Green. Kiper cadangan David James menyebut blunder itu pengaruh dari bola yang sulit dikendalikan dan semua pihak tetap mendukung Green.
Gelandang Frank Lampard menyesalkan gol itu terjadi, tetapi tak mau larut dan ingin menatap dua laga berikutnya. Wayne Rooney, yang tampil di bawah performa terbaiknya, tak mau berkomentar.
Kiper Amerika Serikat (AS), Tim Howard, justru memperlihatkan simpatinya. ”Dia melakukan beberapa penyelamatan bagus, tetapi bola lagi kurang bagus,” katanya.
Bek John Terry juga mengungkapkan perasaan serupa. ”Ya, kesalahan telah terjadi. Seperti yang diharapkan pelatih, semua diminta tetap mendukung Green,” katanya.
Namun, di antara pemain Inggris, yang paling ditunggu-tunggu wartawan adalah Green. Begitu kiper West Ham United ini melintas, wawancara dengan Terry langsung terhenti dan beralih kepadanya. Green tegar menghadapi cecaran media. Bahkan hingga tiga kali di kumpulan wartawan berbeda ia memberikan keterangan.
Berikut petikan wawancara dengan Green, yang diikuti wartawan Kompas, MH Samsul Hadi, seusai laga:
Tanya (T): (Green) Apa yang sebenarnya terjadi?
Jawab (J): Ya. Itu kesalahan. Anda tahu, yang penting itu tidak memengaruhi penampilan Anda berikutnya. Itulah pentingnya Anda mempersiapkan mental. Jika mental Anda tidak siap dalam laga seperti ini, Anda bisa trauma. Anda tahu, itu sudah terjadi. Ini memalukan. Anda tidak ingin itu terjadi. Begitulah hidup, dan Anda harus terus melangkah.
T: Apakah ini memengaruhi psikologi Anda jika nanti harus duduk di bangku cadangan?
J: Saya berumur 30 tahun, dan laki-laki. Ini bagian hidup yang harus Anda hadapi dengan mental kuat. Saya tahu, kejadian ini topik yang bakal kalian tulis. Tapi, saya cukup kuat memikulnya dan cukup kuat melangkah.
T: Mungkin jika kiper lebih muda akan lebih terpengaruh?
J: Ya. Anda tahu sendiri masa muda saya. Jika terjadi saat itu, mungkin ini bakal lebih memengaruhi mental. Namun, Anda tahu, begitu saya bangkit dari lapangan, saya harus mengubahnya dan berusaha cermat menangkap bola. Oke, saya sadar, ini hidup, saya melangkah dan tidak terpengaruh pada 50 menit berikutnya.
T: Apakah bola bergulir tidak normal atau Anda…?
J: Tidak. Anda tahu, saya tak ingin kecolongan bola separah itu. Bola memang seperti agak liar sehingga saya salah bergerak. Namun, ini hanya mencari-cari alasan, dan saya tidak ingin demikian.
T: Apa kata pelatih setelah laga?
J: Enggak ada masalah. Kita terus melangkah ke depan. Itu sebabnya saya tegar berdiri di hadapan kalian. Saya cukup kuat untuk terus melangkah.
T: Apakah Anda siap jika dipercaya tampil pada laga berikutnya?
J: Tentu saja. Saya pemain. Saya cukup kuat untuk bermain. Saya ingin selalu tampil di setiap pertandingan, terlepas saya telah membuat kesalahan. Saya ingin terus bermain demi negara.
T: Soal penampilan tim secara keseluruhan 90 menit?
J: Ya, ini penampilan sepak bola gaya Inggris, termasuk Liga Primer. Partai ini lebih dari sekadar laga internasional pembuka Piala Dunia. Kami membuat banyak peluang dan, ya... kami bisa tampil lebih bagus. Saya pikul tanggung jawab soal penampilan saya.