JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (14/6/2010) sore tetap menguat menjauhi Rp 9.200 per dollar AS, namun kenaikannya relatif sama dengan sesi sebelumnya yang menunjukkan volume beli rupiah oleh pelaku pasar masih stabil.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat 15 poin menjadi Rp 9.175-Rp 9.182 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu mencapai Rp 9.190-Rp 9.205. Direktur Retail Banking, PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, menilai kenaikan rupiah yang relatif kecil itu sangat baik bagi pergerakan rupiah. "Apabila kenaikannya terlalu cepat, maka dikhawatirkan mata uang Indonesia itu akan mudah terpuruk sebagaimana yang sering terjadi akhir-akhir ini," katanya.
Menurut Kostaman, pasar uang saat ini memang positif terhadap rupiah, namun kenaikan relatif masih kecil, karena pelaku masih memfokuskan perhatian terhadap krisis keuangan di Eropa yang telah merembet ke negara lain. "Meski kenaikan rupiah agak tertahan, posisinya dinilai sudah cukup bagus mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS," ucapnya.
Ia mengatakan, rupiah masih berpeluang untuk terus menguat, karena investor asing mulai fokus terhadap kawasan Asia khususnya Indonesia. "Kami optimis rupiah berpeluang untuk kembali naik pada sore, karena faktor positif pasar terus meningkat," ujar Kostaman.
Indonesia masih memiliki harapan pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di atas enam persen. "Karena pelaku asing sangat berminat masuk ke pasar domestik ketimbang kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang ekonominya masih tak menentu," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang