JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu tim kuasa hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, terlihat di antara keramaian di lobi Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (14/6/2010) sore.
Bambang ternyata bukan datang untuk melihat-lihat saja, melainkan juga turut mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK.
Bambang, yang tiba menjelang pukul 15.00 ini, mendapat ucapan selamat langsung dari Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar yang kebetulan juga sedang berada di lobi.
Patrialis tengah menjadi narasumber dalam siaran langsung salah satu stasiun televisi. "Belakangan, beberapa teman-teman bilang apa tidak sebaiknya dipikirkan ulang lagi untuk mendaftar. Jadi saya berpikir ulang lagi," ungkapnya.
Selain itu, Bambang menyadari bahwa selama ini semangatnya untuk cita-cita negara demokrasi yang sehat dilakukannya melalui banyak cara, seperti mengajar, sebagai aktivis, tim kuasa hukum, dan juga pembicara. Namun, kini sudah saatnya dipusatkan dalam satu posisi.
"Kalau jadi aktivis, kan suka ada cemoohan, 'Ah lo karena dari luar, sih'. Nah, padahal itu lebih riskan, lho. Karena kan enggak ada legal protection. Jadi, seluruh kapasitas kemampuan harus ditarik ke satu basket. Selama ini kan saya selalu ke mana-mana. Sekarang saya ingin fokus," katanya.
Bambang menyadari bahwa proses demokratisasi oleh negara yang mengalami transisi politik selalu dihadapkan dengan masalah penyalahgunaan wewenang. Pimpinan KPK harus memikirkan untuk mencari solusi terhadap kendala konsolidasi demokrasi ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang