Seleksi pimpinan kpk

Pengacara KPK Ingin Pimpin KPK

Kompas.com - 14/06/2010, 16:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu tim kuasa hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, terlihat di antara keramaian di lobi Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (14/6/2010) sore.

Bambang ternyata bukan datang untuk melihat-lihat saja, melainkan juga turut mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK.

Bambang, yang tiba menjelang pukul 15.00 ini, mendapat ucapan selamat langsung dari Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar yang kebetulan juga sedang berada di lobi.

Patrialis tengah menjadi narasumber dalam siaran langsung salah satu stasiun televisi. "Belakangan, beberapa teman-teman bilang apa tidak sebaiknya dipikirkan ulang lagi untuk mendaftar. Jadi saya berpikir ulang lagi," ungkapnya.

Selain itu, Bambang menyadari bahwa selama ini semangatnya untuk cita-cita negara demokrasi yang sehat dilakukannya melalui banyak cara, seperti mengajar, sebagai aktivis, tim kuasa hukum, dan juga pembicara. Namun, kini sudah saatnya dipusatkan dalam satu posisi.

"Kalau jadi aktivis, kan suka ada cemoohan, 'Ah lo karena dari luar, sih'. Nah, padahal itu lebih riskan, lho. Karena kan enggak ada legal protection. Jadi, seluruh kapasitas kemampuan harus ditarik ke satu basket. Selama ini kan saya selalu ke mana-mana. Sekarang saya ingin fokus," katanya.

Bambang menyadari bahwa proses demokratisasi oleh negara yang mengalami transisi politik selalu dihadapkan dengan masalah penyalahgunaan wewenang. Pimpinan KPK harus memikirkan untuk mencari solusi terhadap kendala konsolidasi demokrasi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau