LUKSEMBURG, KOMPAS.com — Israel mengindikasikan kesediaannya untuk melonggarkan proses masuk barang-barang ke Jalur Gaza. Hal itu dikatakan oleh seorang diplomat Uni Eropa, Senin (14/6/2010).
Menurut diplomat itu, Israel menunjukkan kesediaannya untuk melonggarkan blokadenya atas Jalur Gaza. Langkah ini menyusul kecaman internasional terhadap serangan pasukan komando Angkatan Laut Israel terhadap satu kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk wilayah itu. "Indikasi-indikasi yang kami peroleh dari Israel adalah mereka ingin keluar dari daftar negatif ke positif," kata diplomat itu, mengacu pada sebuah perubahan terhadap daftar barang-barang yang, sebelumnya dilarang, kini diizinkan untuk masuk.
Israel mengindikasikan bahwa satu atau dua tempat penyeberangan Karni dan Kerem Shalom akan digunakan untuk pengiriman barang-barang.
Seorang diplomat lain dari Eropa mengatakan, "Tempat-tempat penyeberangan itu mungkin akan dipantau oleh PBB. Mereka tidak memberikan bantuan keamanan, tetapi mengizinkan barang-barang itu masuk. Peran Uni Eropa dalam memberikan dukungan dapat melalui bantuan keuangan."
Komentar-komentar itu muncul setelah Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah membentuk satu "komisi publik independen" untuk menyelidiki serangan terhadap armada bantuan yang menewaskan sembilan aktivis Turki. Komite yang akan mencakup dua pengawas asing itu dibentuk untuk melakukan penyelidikan internal menyangkut aspek-aspek hukum operasi itu. Ketua urusan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, yang tiba untuk melakukan perundingan tingkat menteri Uni Eropa, mengatakan perlu dan pentingnya sebuah penyelidikan terhadap insiden itu dengan hasil yang dapat dipercaya.
Salah seorang diplomat Uni Eropa mengatakan, pengumuman Israel mengenai penyelidikan itu merupakan sesuatu yang positif dan perlu disampaikan secara lebih perinci.
Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, pengumuman mengenai penyelidikan itu merupakan sebuah langkah yang maju sekaligus langkah penting. Hal ini juga menyambut keterlibatan pemenang hadiah Nobel Perdamaian dari Irlandia Utara, David Trimble. "Jelas ini sangat penting agar pemeriksaan itu benar-benar independen dan dapat dihormati secara internasional," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang