Man of the match

Keisuke Honda, Kado Istimewa "Sang Kaisar"

Kompas.com - 14/06/2010, 23:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum melawan Kamerun, Pelatih Jepang Takeshi Okada memotivasi timnya untuk meniru kemenangan Korea Selatan melawan Yunani. Namun, gelandang Keisuke Honda punya motivasi tersendiri untuk memenangkan timnya.

Minggu (13/6/2010) kemarin, gelandang Jepang Keisuke Honda merayakan ulang tahunnya yang ke-24. Sehari setelahnya, hari ini, Honda membuat Jepang berpesta melalui gol tunggalnya ke gawang Kamerun.

Itulah gol yang menjadi kado istimewanya malam tadi. Gol yang dirayakannya dengan berlari ke arah bangku cadangan dan merangkul rekan-rekannya di sana. Honda pantas mendapatkannya karena ia memang bermain cantik tadi malam.

Dengan lebih banyak bermain di sayap kiri, Honda banyak mendapatkan ruang kosong karena perhatian Kamerun banyak terkuras kepada winger kanan Jepang, Daisuke Matsui. Dalam catatan ESPN, selama babak pertama, sayap kanan Jepang memasok 76 persen serangan dan Matsui menjadi otaknya.

Berkat kreativitas Matsui pula, Honda mendapatkan kesempatan pertama mencetak gol di menit ke-20. Crossing jauh Matsui gagal ditangkap kiper Souleymanou Hamidou dan bola menghampiri Honda. Honda tak sempat menyentuhnya karena Hamidou keburu mengusir si kulit bulat.

Honda tak menyia-nyiakan kesempatan kedua di menit ke-38. Kali ini, umpan Matsui jatuh tepat di depannya. Usai mengontrol bola dengan dadanya, Honda melepas tembakan keras ke arah gawang.

Gol tersebut menjadi gol pertama Honda dalam debutnya di putaran final Piala Dunia. Total, ia sudah mencetak lima gol untuk "Samurai Biru". Yang pertama ia buat pada Mei 2009. Gol itu sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik karena sebelumnya Honda hanya memperkuat Jepang di tiga laga kualifikasi Piala Dunia.

Sejak mengawali karier bersama Nagoya Grampus pada 2005, Honda dikenal sebagai pemain yang punya talenta sebagai playmaker. Setelah tiga tahun merumput di Jepang, Honda mencoba peruntungan dengan bermain di Eropa. Tujuannya adalah VVV-Venlo di Eredivisie Belanda. Di sana, ia mencetak 24 gol dalam 64 penampilan dan mendapat julukan baru, "Keiser Keisuke" alisas "Kaisar Keisuke".

Prestasinya itu membuat beberapa klub besar Eropa tertarik membelinya. Liverpool, Arsenal, Everton, PSV Eindhoven, dan Ajax dikabarkan pernah mendekati pemain kelahiran Osaka tersebut. Namun, pada akhirnya ia memilih CSKA Moskwa pada bursa transfer musim dingin tahun ini.

Meski baru bergabung Januari lalu, Honda langsung mendapat kepercayaan penuh di CSKA. Ia pun diminta tampil pada leg kedua 16 besar Liga Champions versus Sevilla. Itulah debutnya di turnamen itu dan ia langsung mencetak gol di laga tersebut. CSKA menang 2-1 dan Honda menjadi pemain pertama asal Jepang yang mencetak gol di fase gugur Liga Champions Eropa.

Karena penampilannya yang sedang memanas itulah, Honda mendapat panggilan ke timnas menuju Piala Dunia. Momennya tepat karena meski hanya tiga kali tampil di kualifikasi, penampilan Honda mencapai puncaknya di putaran final kali ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau