Profil bintang

Eljero Elia, Si Muda Andalan Tim Oranye

Kompas.com - 15/06/2010, 03:48 WIB

Belanda benar-benar diberkahi anugerah pada laga Grup E Piala Dunia di Soccer City, Afrika Selatan, Senin (14/6). Dua gol milik Belanda seolah tercipta dengan mudah.

Salah satunya adalah gol kedua yang terjadi di menit ke-84 setelah gol bunuh diri pertama yang dibuat Simon Poulsen, pemain bek Denmark di menit ke-46. Gol kedua itu tidak lepas dari urun peran Eljero Elia, gelandang ”Oranye” yang terus merangsek di babak kedua dan menghidupkan pola permainan tim.

Berbicara tentang Elia, sebelum bergabung dengan tim nasional Belanda untuk berlaga di Piala Dunia 2010, ia adalah striker di klub Hamburg SV, Jerman. Namun, pemain berusia 23 tahun itu adalah pemain Belanda yang mengawali karier profesionalnya di klub ADO Den Haag tahun 2004.

Elia masih berumur 17 tahun saat bergabung dengan ADO Den Haag pada kurun 2004/2005. Pada musim itu dalam usia semuda itu ia membuat debut di Eredivisie dengan empat kali tampil dan mencetak satu gol.

Pada kurun 2005/2006, prestasinya terus meningkat. Dari 17 kali penampilannya sepanjang musim yang diikutinya di ADO Den Haag, ia bisa mencetak dua gol. Masih di klub yang sama, pada musim 2006/2007, ia lagi-lagi menunjukkan peningkatan dengan mencetak tiga gol.

Setelah hampir tiga tahun memperkuat ADO Den Haag, pada 2007 Elia, pemain kelahiran Voorburg, 13 Februari 1987, memilih hengkang dari ADO dan berpindah ke FC Twente. Gara-garanya, ia berselisih dengan pelatih baru ADO Den Haag, Lex Schoenmaker.

Sebetulnya, sebelum memilih pindah ke FC Twente, klub Ajax Amsterdam juga menunjukkan ketertarikan pada debutan muda itu. Sayang, Ajax justru terus mendorong Elia balik ke klub pertamanya. Itu membuat Elia mantap pindah ke FC Twente.

Kepindahan itu melengkapi karier profesionalnya. Bersama FC Twente, Elia betul-betul menunjukkan talentanya. Gol-gol terus tercipta pada musim laga 2007 hingga 2009.

Elia pun muncul sebagai salah satu pemain bertalenta menjanjikan hingga akhirnya ia dikontrak Hamburg SV pada 2009 dengan nilai 8,5 juta euro. Dua bulan memperkuat Hamburg, Bert van Marwijk memilihnya untuk memperkuat tim ”Oranye” di Piala Dunia 2010 setelah sebelumnya mewakili Belanda di kompetisi U-19 dan U-21. Pilihan itu tidak salah. (HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau