Belanda benar-benar diberkahi anugerah pada laga Grup E Piala Dunia di Soccer City, Afrika Selatan, Senin (14/6). Dua gol milik Belanda seolah tercipta dengan mudah.
Salah satunya adalah gol kedua yang terjadi di menit ke-84 setelah gol bunuh diri pertama yang dibuat Simon Poulsen, pemain bek Denmark di menit ke-46. Gol kedua itu tidak lepas dari urun peran Eljero Elia, gelandang ”Oranye” yang terus merangsek di babak kedua dan menghidupkan pola permainan tim.
Berbicara tentang Elia, sebelum bergabung dengan tim nasional Belanda untuk berlaga di Piala Dunia 2010, ia adalah striker di klub Hamburg SV, Jerman. Namun, pemain berusia 23 tahun itu adalah pemain Belanda yang mengawali karier profesionalnya di klub ADO Den Haag tahun 2004.
Elia masih berumur 17 tahun saat bergabung dengan ADO Den Haag pada kurun 2004/2005. Pada musim itu dalam usia semuda itu ia membuat debut di Eredivisie dengan empat kali tampil dan mencetak satu gol.
Pada kurun 2005/2006, prestasinya terus meningkat. Dari 17 kali penampilannya sepanjang musim yang diikutinya di ADO Den Haag, ia bisa mencetak dua gol. Masih di klub yang sama, pada musim 2006/2007, ia lagi-lagi menunjukkan peningkatan dengan mencetak tiga gol.
Setelah hampir tiga tahun memperkuat ADO Den Haag, pada 2007 Elia, pemain kelahiran Voorburg, 13 Februari 1987, memilih hengkang dari ADO dan berpindah ke FC Twente. Gara-garanya, ia berselisih dengan pelatih baru ADO Den Haag, Lex Schoenmaker.
Sebetulnya, sebelum memilih pindah ke FC Twente, klub Ajax Amsterdam juga menunjukkan ketertarikan pada debutan muda itu. Sayang, Ajax justru terus mendorong Elia balik ke klub pertamanya. Itu membuat Elia mantap pindah ke FC Twente.
Kepindahan itu melengkapi karier profesionalnya. Bersama FC Twente, Elia betul-betul menunjukkan talentanya. Gol-gol terus tercipta pada musim laga 2007 hingga 2009.
Elia pun muncul sebagai salah satu pemain bertalenta menjanjikan hingga akhirnya ia dikontrak Hamburg SV pada 2009 dengan nilai 8,5 juta euro. Dua bulan memperkuat Hamburg, Bert van Marwijk memilihnya untuk memperkuat tim ”Oranye” di Piala Dunia 2010 setelah sebelumnya mewakili Belanda di kompetisi U-19 dan U-21. Pilihan itu tidak salah.