Piala dunia 2010

Agger Pencetak Gol Bunuh Diri (Revisi FIFA)

Kompas.com - 15/06/2010, 04:16 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA, membuat sedikit perubahan tentang pencetak gol bunuh diri dalam duel Belanda versus Denmark di Stadion Soccer City, Johannesburg, Senin (14/6/2010). FIFA memandang Daniel Agger yang menjadi pencetak gol bunuh diri pertama di Piala Dunia 2010 ini.

Sebelumnya, nama Simon Poulsen yang tercatat sebagai pelaku own goal tersebut yang memberikan keuntungan kepada Belanda. Pasalnya, dia yang menjadi "otak" terciptanya gol pada menit ke-46 itu, yang membuat Belanda mendapat angin segar untuk memenangi laga perdana penyisihan Grup E.

Duel tersebut berakhir dengan skor 2-0. Kemenangan tim "Kincir Angin" itu diawali oleh gol bunuh diri Agger pada awal babak kedua. Gol tersebut bermula dari usaha Poulsen yang ingin menyundul bola umpan silang Robin van Persie dari sayap kiri.

Alih-alih membuang bola ke depan, bola sundulan Poulsen justru mengenai punggung Agger dan si kulit bundar bergulir ke dalam gawang setelah sempat membentur tiang kanan. Penjaga gawang Thomas Sorensen hanya terpaku melihat bola menggetarkan jala.

Setelah gol itu, para pemain Belanda kian gencar melakukan serangan sehingga mereka bisa menambah satu gol lagi menjelang pertandingan usai. Pada menit ke-85, Dirk Kuyt me-rebound bola yang lebih dulu mengenai tiang gawang untuk memastikan Belanda menang 2-0 dan memimpin klasemen sementara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau