Palstina

Kritis, Layanan Medis di Jalur Gaza

Kompas.com - 15/06/2010, 04:43 WIB

 

 

JERUSALEM, SENIN - Layanan medis di Jalur Gaza yang diblokade Mesir dan Israel berada dalam keadaan paling kritis. Putusnya pasokan listrik dan kurangnya obat-obatan penting menyebabkan penduduk Gaza tidak bisa mendapat layanan medis.

”Krisis ini tidak bisa diselesaikan dengan bantuan kemanusiaan sesaat,” ujar Eileen Daly, Koordinator Palang Merah Internasional (ICRC), Senin (14/6) di Jalur Gaza.

ICRC menyalahkan blokade Israel dan minimnya koordinasi antara Faksi Hamas dan Fatah yang saling bersaing di Tepi Barat dan Jalur Gaza, wilayah Palestina. ”Mutu layanan kesehatan di Gaza mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Hukuman kolektif terhadap 1,5 juta penduduk Gaza selama empat tahun membuat situasi sangat buruk,” demikian pernyataan ICRC.

ICRC menerangkan, pemutusan listrik selama tujuh jam sehari sangat membahayakan pasien rawat. Diperlukan waktu beberapa menit sebelum generator dapat dihidupkan di pusat-pusat layanan kesehatan.

Alat medis, seperti mesin pernapasan buatan (respirator), harus diaktifkan secara manual. Mesin cuci darah terganggu dan pembedahan pasien terhenti karena ruang operasi mendadak gelap gulita.

Sepanjang tahun lalu, tiga kali tindakan operasi dibatalkan karena ketiadaan bahan bakar minyak untuk generator. Layanan pencucian pakaian dan perlengkapan rumah sakit juga sering terhenti karena ketiadaan listrik.

Sepanjang musim panas ini, situasi diperkirakan semakin memburuk.

ICRC mencatat, sebanyak 110 jenis obat dari 470 obat-obatan penting sudah hilang dari persediaan di Jalur Gaza. Obat penting tersebut mencakup sarana pengobatan kanker (kemoterapi) dan kanker darah (hemofilia) habis sama sekali karena tidak adanya koordinasi antara kelompok Hamas dan Fatah.

Sinyalemen Israel melunak

Menurut Eileen, petugas medis terpaksa memakai ulang sarana kesehatan, seperti tabung ventilator dan kantong kolostomi, karena ketiadaan pasokan. Padahal, kondisi itu dapat membahayakan nyawa pasien. Namun, tidak ada pilihan lain bagi para tenaga medis dan pasien mereka.

Jalur Gaza mengalami krisis parah setelah militan menculik seorang prajurit Israel, Gilad Shalit, bulan Juni 2006, dengan serangan ke wilayah Israel. Kelompok militan di Gaza menambah masalah dengan mengusir aparat keamanan Palestina yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas dari Faksi Fatah.

Akibat peristiwa itu, Israel dan Mesir menjatuhkan blokade ekonomi terhadap Jalur Gaza. Kelompok militan bertekad menghancurkan negara Israel.

Dari Luksemburg dikabarkan bahwa ada sinyalemen melunak dari Israel untuk mengizinkan masuknya sejumlah kebutuhan logistik di Jalur Gaza. (AFP/ONG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau