TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Pinang Kota, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Ajun Komisaris Aris Tri Yunarko mengharapkan pengusaha warung internet memblokir situs porno saat pelanggan warnet mengakses situs tersebut. "Kami mengharapkan pengusaha warnet memblokir situs tersebut ketika diakses oleh pelanggannya, apalagi pelanggan tersebut masih sekolah," kata Aris di Tanjung Pinang, Selasa (15/6/2010). Aris mengatakan, untuk mengantisipasi peredaran video porno di Tanjung Pinang, pihaknya melakukan razia ke warnet-warnet, sambil memberikan pengarahan kepada pengusaha warnet agar memblokir situs porno tersebut. "Jangan sampai anak-anak yang masih usia sekolah sudah mengonsumsi video maupun gambar porno yang diunggah dari internet," ujarnya. Aris melanjutkan, pada saat melakukan razia di warnet-warnet pada Senin (14/6/2010), pihaknya menemukan video porno di telepon seluler salah seorang pengunjung warnet yang masih berstatus pelajar SMA di Tanjung Pinang. "Tindakan yang kami lakukan masih 'preventif' dengan cara menghapus video porno tersebut dan juga memberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya," ujar Aris. Video porno mirip artis Luna Maya, Ariel, dan Cut Tari saat ini sudah beredar luas di Tanjung Pinang melalui telepon seluler yang mempunyai fasilitas bluetooth. Salah seorang warga bernama Adi mengatakan, video porno tersebut sudah beredar di Tanjung Pinang dari awal munculnya pemberitaan mengenai video porno mirip artis itu. "Saya dapatkan video tersebut dari teman melalui telepon genggam. Bahkan hari pertama video tersebut beredar masih dapat diakses melalui internet," katanya. Warga lainnya, Iwan, mengatakan, peredaran video porno mirip artis tersebut sudah meresahkan warga, terutama kalangan orangtua. "Sebagai orangtua, kami cukup resah karena timbul keinginan dari seseorang untuk melihat video porno tersebut, sekadar untuk membuktikan apakah benar mirip artis yang diberitakan atau tidak," ujarnya. Dia berharap pemberitaan mengenai peredaran video porno tersebut lebih ditekankan kepada masalah penegakan hukumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang