Dana aspirasi

Dana Aspirasi Tunggu Pemerintah Setuju

Kompas.com - 15/06/2010, 16:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, sikap anggota Panja di Badan Anggaran DPR yang menyepakati usulan dana aspirasi masuk dalam RKP 2011, merupakan kemajuan. Sebelumnya, hampir seluruh fraksi menyatakan menolak usul tersebut. Ketok palu di Badan Anggaran belum final. Masih dibutuhkan persetujuan pemerintah.

"Memang masih membutuhkan persetujuan bersama pemerintah. Kita tidak tahu apakah Presiden dan Menteri Keuangan seia sekata," kata Priyo, yang juga menjabat Wakil Ketua DPR, Selasa (15/6/2010), di Gedung DPR, Jakarta.

Priyo mengungkapkan keoptimisannya usul tersebut akan mendapat restu pemerintah. Hal itu didasarkannya pada pidato Presiden SBY pekan lalu, saat menanggapi kontroversi dana aspirasi. "Kalau mendengar pidato Presiden, saat itu Golkar kan sendirian setelah dihantam kanan kiri, pidato itu seperti uluran tangan yang bersahabat dari presiden dan dinamika yang tak terpisahkan dalam proses usulan ini," ujarnya.

Ia meminta, kontroversi tak berlanjut hingga konsep benar-benar digodok secara matang. Priyo membantah bawah konsep yang ditawarkan dalam dana aspirasi yang berganti nama "Program Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah" ini sama dengan konsep pork barrel alias gentong babi di Amerika Serikat.

"Beda dengan pork barrel itu. Ini titik tekannya ke program pemerataan pembangunan di tingkat dapil se-Indonesia. Anggota DPR tidak langsung tenteng dana ke daerah dan menunjuk program apa. Tetap lewat mekanisme anggaran yang baku," jelasnya.

Priyo mengklaim, melalui program ini, daerah yang tidak punya atau mengalami hambatan akses ke pemerintah pusat akan dimudahkan. "Penanggung jawab tetap di eksekutif," kata Priyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau