Rapat pleno fraksi

PKS Tolak Kenaikan TDL Per Juli 2010

Kompas.com - 15/06/2010, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi PKS DPR RI dengan tegas menolak rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik per 1 Juli 2010 karena alasan pemerintah dinilai tidak tepat.

"Kami menolak usulan pemerintah yang akan menaikkan harga TDL per 1 Juli nanti," kata anggota Komisi VII dari F-PKS, Sigit Sosiantomo, seusai rapat pleno F-PKS di Gedung DPR Jakarta, Selasa (15/6/2010).

Mereka mengemukakan, pemerintah tidak boleh mengorbankan masyarakat karena produksi listrik yang terus naik sehingga masyarakat harus membayar harga listrik yang lebih tinggi dari tahun ke tahun.

Sigit mengungkapkan, naiknya harga produksi listrik setiap tahun disebabkan oleh bauran energi di pembangkit listrik yang tidak efisien. PLN masih menggunakan BBM sebagai bahan pembangkit listrik terbesar (30 persen). Padahal, dalam rencana pemerintah tahun 2010, mereka hanya menggunakan 19 persen BBM untuk pembangkit listrik.

"Oleh karena itu, PKS tidak setuju dengan kenaikan TDL. Beban subsidi listrik harus menjadi pendorong bagi pemerintah untuk segera mengupayakan terpenuhinya bauran energi untuk pembangikit energi yang lebih berimbang," kata Sigit.

Sebagai solusi, PKS mengusulkan kepada pemerintah agar pembangkit listrik menggunakan energi selain BBM, yakni gas, panas bumi, atau batu bara dengan persentase lebih besar sehingga biaya produksi pembangkit akan lebih murah dibandingkan dengan yang menggunakan BBM.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau