15 Kawasan Wisata Akan Terapkan DMO

Kompas.com - 15/06/2010, 16:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan menerapkan kebijakan Destination Management Organization (DMO) di 15 kawasan wisata mulai 2011 sampai 2014. "Penerapan DMO masih terus kami bahas dari berbagai sisi, termasuk dari sisi bagaimana mengatur struktur tata kelola destinasi pariwisata yang baik," kata Sekretaris Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Winarno Sudjas di Jakarta, Selasa (15/6/2010).

DMO merupakan struktur tata kelola destinasi pariwisata yang mencakup koordinasi, perencanaan, implementasi, dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik.

Pihaknya akan menerapkan kebijakan DMO di 15 kawasan wisata, yakni Pangandaran, Danau Toba, Bunaken, Tana Toraja, Mentawai, Bukittinggi, Borobudur, Rinjani, Raja Ampat, Wakatobi, Tanjung Puting, Derawan, Danau Batur-Kintamani, Kota Tua Jakarta, dan Pulau Komodo-Kelimutu-Flores serta Bromo-Tengger-Semeru mulai 2011 hingga 2014.

"Untuk kepentingan itu, kami akan menggelar konferensi DMO yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pada Agustus 2010 mendatang," katanya.

Menurut rencana, penyelenggaraan konferensi akan melibatkan stakeholder pariwisata dan instansi lain, seperti pekerjaan umum, kehutanan, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, serta perencanaan pembangunan nasional.

Winarno berpendapat, sebelum kebijakan itu diterapkan, sangat diperlukan masukan dan usulan dari berbagai pemangku kepentingan yang nantinya akan terlibat secara langsung. Pasalnya, kunci sukses DMO terletak pada koordinasi yang baik antara pemangku kepentingan dalam sektor pariwisata, manajemen krisis destinasi, dan pemasaran destinasi yang baik.

Winarno menambahkan, koordinasi antar-pemangku kepentingan pariwisata harus menitikberatkan pada hubungan jejaring yang membentuk sistem DMO.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau