Satu Pria Memainkan Ketiga Video Itu

Kompas.com - 15/06/2010, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tenaga ahli yang diperbantukan oleh Mabes Polri untuk menyelidiki video-video seks "Ariel-Luna Maya" dan "Ariel-Cut Tari", Roy Suryo, memastikan bahwa dua video yang menampilkan sosok-sosok yang disebut mirip Ariel dan Luna dimainkan oleh satu pria yang sama.

Lewat hasil kajiannya itu, Roy sekaligus membantah pernyataan sejumlah pengamat lain bahwa dua video tersebut dilakoni oleh dua lelaki yang berbeda—satu mirip Ariel dan satu lagi misterius. "Saya pastikan, itu diperankan oleh orang (lelaki) yang sama. Tidak ada orang lain dalam rekaman itu. Jadi, yang dibilang perutnya lebih buncit di rekaman yang dua menit itu, menurut saya, itu orang yang sama juga," tegas Roy di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/6/2010).

Menurut Roy, ada dua pemain yang membintangi video-video mirip Ariel dan Luna, yaitu seorang pria mirip Ariel dan seorang perempuan mirip Luna. Sementara itu, sambung Roy, video yang menampilkan sosok-sosok mirip Ariel dan Cut Tari juga dimainkan oleh dua orang—si lelaki sama dengan yang ada dalam video-video mirip "Ariel-Luna". Jadi, tegas Roy lagi, dari tiga video tersebut, Roy memastikan, total ada tiga pelakon dalam video tersebut.

"Masing-masing video hanya ada dua orang. Ada dua orang di rekaman pertama, dua orang di rekaman kedua, dan dua orang di rekaman ketiga. Total ada tiga orang," jelasnya.

Selasa ini, Roy mendatangi Mabes Polri untuk menyerahkan kajian teknisnya atas tiga video seks itu kepada penyelidik di Bareskrim Mabes Polri. Dalam hasil kajiannya, Roy memastikan bahwa video-video tersebut bukan rekayasa. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau