Kasus gayus tambunan

Polisi Sita Rp 11 Miliar Uang Gayus

Kompas.com - 15/06/2010, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Polri berhasil menyita uang sekitar Rp 11 miliar milik tersangka Gayus Halomoan Tambunan dari Rp 25 miliar yang ada di rekening di beberapa bank. Uang itu diduga hasil tindak pidana saat Gayus masih menjabat sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, Gayus mengalirkan uang senilai Rp 25 miliar ke berbagai pihak setelah pemblokiran rekening dibuka oleh penyidik Bareskrim Polri. "Setelah blokir dibuka, disebarluaskan," ucap Edward di Mabes Polri, Selasa (15/6/2010).

Kemudian, kata Edward, setelah kasus Gayus terungkap, pihaknya menelusuri uang yang telah disebar Gayus. "Yang utuh disita penyidik Rp 11 miliar. Dia beli beberapa lembar saham. Kemudian ada yang disimpan dalam bentuk tabungan atau mata uang asing. Kemudian ada yang didepositokan dan ada yang dimasukkan dalam tabungan di beberapa rekening bank," papar Edward.

Menurut Edward, penyidik masih menelusuri sisa uang, sekitar Rp 14 miliar, yang telah disebar oleh Gayus. "Kalau berikan ke seseorang kepada siapa, kapan?" kata Edward.

Seperti diberitakan, penyidik telah menetapkan 11 tersangka untuk kasus makelar kasus. Delapan berkas tersangka dinyatakan lengkap atau P21. Lima tersangka segera disidangkan. Kini, Polri memfokuskan penyelidikan terkait mafia pajak yang melibatkan ratusan perusahaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau