Piala dunia 2010

Pele: Motivasi Maradona Hanyalah Uang

Kompas.com - 15/06/2010, 17:54 WIB

RIO DE JENEIRO, KOMPAS.com — Perseteruan antara legenda Brasil, Pele, dan Pelatih Argentina Diego Maradona kembali memanas. Kali ini, Pele menyerang Maradona dengan mengatakan bahwa uanglah yang menjadi motivasinya sebagai pelatih.

Sebagai pelatih, Maradona memang selalu menuai kritik, tak terkecuali di negaranya. Publik selalu meragukan kemampuannya sebagai pelatih. Sejak ditanganinya, penampilan Lionel Messi dan kawan-kawan kurang menunjukkan kelasnya.

Buktinya, mereka harus tertatih-tatih di babak kualifikasi Piala Dunia 2010. Dari 18 pertandingan, mereka menelan enam kekalahan. Beruntung Argentina finis di peringkat empat dari lima jatah tiket yang diperebutkan untuk ke Afrika Selatan.

Pele meramal "Albiceleste" takkan mampu melangkah lebih jauh pada putaran final nanti. Maradona, baginya, tak memiliki kelebihan sebagai pelatih. Ia menilai Argentina telah salah menunjuk Maradona sebagai pelatih.

"Maradona menginginkan jabatan sebagai pelatih karena dia membutuhkan uang," ucap Pele kepada Ole.

"Aku melihat mereka berjuang keras di babak kualifikasi, tetapi hal itu bukan karena kesalahan Maradona. Itu adalah kesalahan siapa pun yang mengangkat dia," sindirnya.

Sindiran itu merupakan balasan atas sindiran Maradona sebelumnya. Maradona menyindir legenda Brasil itu karena tak mendukung Piala Dunia dilaksanakan di Afrika Selatan karena faktor keamanannya. Maradona lalu menyindirnya dengan mengatakan bahwa seharusnya Pele malu karena Afsel cukup sukses sebagai tuan rumah. (OLE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau