Waworuntu Mengadu ke Satgas Mafia Hukum

Kompas.com - 15/06/2010, 21:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terpidana kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Yohanes Waworuntu menemui Satuan Tugas Mafia Hukum di Jakarta, Selasa (15/6/2010) untuk mengadu sekaligus meminta perlindungan hukum. "Tujuan saya datang kemari untuk memohon keadilan dan perlindungan hukum," kata Yohanes kepada wartawan usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, kata Yohannes, ia diterima Yunus Husein, Denny Indrayana, dan Mas Achmad Santosa.

Sebelumnya, Yohanes oleh Mahkamah Agung (MA) divonis lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair lima bulan penjara serta pidana tambahan berupa pencabutan hak tertentu berupa seluruh atau sebagian keuntungan uang sebesar Rp 378 miliar lebih.

"Saya dikorbankan dan dizalimi. Saya di MA dikenakan lima tahun dan harus bayar denda sebesar Rp 378 miliar, di mana saya tidak menikmati satu sen pun. Uang Rp 378 miliar itu merupakan pendapatan kotor dari PT SRD selama delapan tahun," katanya.

Mantan Dirut PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), rekanan Kementerian Hukum dan HAM dalam pengoperasian Sisminbakum itu mengaku telah menyerahkan sejumlah data kepada satgas yang membuktikan bukan dia yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kasus itu.

"Saya kasih data-data lengkap, fakta-fakta, di mana Hartono Tanoesoedibjo dari awal sudah mengendalikan posisi-posisi ini, juga data waktu pertemuannya, foto-foto, semuanya," katanya.

Menurut Yohanes, satgas menyatakan data-data itu lengkap untuk pembuktian dan akan memproses secepatnya.

Sementara itu anggota satgas, Mas Achmad Santosa, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lain terkait pengaduan Yohanes tersebut. "Kita kan sifatnya koordinasi, nanti kita koordinasikan dengan Kejaksaan Agung, KPK, termasuk dengan PPATK, untuk melihat adanya kemungkinan aliran dana," ujar Santosa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau