Pemilukada gorontalo

Inilah Calon Bupati Gorontalo Terkaya

Kompas.com - 16/06/2010, 13:15 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com - Tony Yunus yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan berpasangan dengan David Bobihoe Akib merupakan kontestan pilkada Kabupaten Gorontalo terkaya. Hal tersebut berdasarkan pengumuman Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo yang bersumber berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (16/6/2010).

Ketua Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo, Fahmi Sorezang mengatakan bahwa pengumuman itu bagian dari tahapan pilkada. Menurut dia, untuk bisa lolos sebagai kontestan pilkada, setiap calon diminta melaporkan harta kekayaan ke KPK, kemudian akan diumumkan kepada publik. "Kami hanya berwenang untuk mengumumkan saja," Kata Fahmi.

Dia menambahkan, tujuan dari pengumuman itu sesuai surat KPK No.B-1234F/12/05/2010 tanggal 27 Mei 2010. Pengumuman harta kekayaan calon kepala daerah adalah untuk kepentingan akuntabilitas dan transparansi publik.

Berdasarkan surat itu pula, kekayaan David Bobihoe Akib berjumlah Rp1.489.228.155, sementara Sofyan Puhi yang merupakan calon yang diusung Partai Persatuan Pembangunan memiliki kekayaan Rp422.475.684. Sedangkan Tony Yunus memiliki kekayaan sebesar Rp15.828.989.818, dan Hariyadi Said yang menjadi pasangan Sofyan Puhi hanya memiliki kekayaan sebesar Rp298.500.000.

Fahmi mengatakan, benar atau tidaknya data yang ada pada mereka dan telah diumumkan itu, merupakan tanggung jawab KPK. "Kami hanya menerima saja apa yang telah diberikan oleh KPK," kata Fahmi.

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau