JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menerbitkan obligasi PLN XII untuk tahun 2010 maksimal senilai Rp 2,5 triliun sekaligus sukuk ijarah PLN V maksimal senilai Rp 500 miliar.
Direktur Keuangan PLN Setyo Anggoro Dewo mengatakan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga listrik di Indonesia.
"Range-nya ada yang mengganti fasilitas lama, ada yang menambah di seluruh indonesia," tuturnya di sela ekspos publik di Auditorium PLN, Rabu (16/6/2010).
Dana itu diharapkan bisa memenuhi kekurangan dana Rp 13 triliun untuk kebutuhan tahun 2010 yang sebesar Rp 70 triliun. Jadi ke depannya, PLN masih harus mencari Rp 10 triliun lagi. Dana ini akan digunakan untuk mengganti kabel-kabel di bawah tanah yang sudah berumur lebih 20 tahun, tiang dan ring.
"Enggak ada prioritas, kami semuanya sama karena untuk yang perbaikan itu sudah ada daftarnya," ujar Setyo Anggoro.
Obligasi PLN XII ini terdiri dari seri A berjangka waktu lima tahun dan seri B berjangka waktu 12 tahun. Indikasi tingkat bunga yang ditawarkan mengacu pada surat utang negara seri FR0027 (8.5) + (100-175) basis poin.
Sukuk ijarah PLN V juga ditawarkan dalam dua seri pula. Indikasi imbalan ijarahnya mengacu pada seri FR0043 (9.06) + (100-175) basis poin. Pembayaran dilakukan setiap tiga bulan.
PLN menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penawaran umum ini. Wali amanatnya adalah PT Bank CIMB Niaga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang