JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah hampir tiga minggu ini tayangan video dewasa yang pemerannya mirip selebriti Nazriel Irham atau Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari menyita perhatian masyarakat di segala lapisan.
Indonesia seperti terhipnotis oleh cuplikan video yang beredar luas di internet itu. Mulai dari anak sekolah, masyarakat luas, hingga pejabat negara ikut bicara soal video ini.
Pembahasan ini pun tidak luput dari agenda kerja parlemen. Hari ini, Rabu (16/6/2010), Komisi I DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang salah satu agendanya adalah soal video tersebut.
Ternyata, tak hanya Komisi I DPR yang ramai membicarakan video asusila mirip artis itu. Ketika menggelar rapat kerja dengan Polri tentang rencana kerja Polri tahun 2011, anggota Komisi III, Imam Suroso dari F-PDIP, pun tak ketinggalan menyinggung soal video yang menggemparkan masyarakat tersebut.
"Saya benar-benar minta atensi Polri karena ini merusak mental anak cucu kita. Orang yang melihat saja bisa jadi kepingin. Dengan ditindak, ada efek jera, biar artis lain yang mencari sensasi menjadi tidak berani. Kalau tidak disikat, ini bisa merusak," ujar Imam di ruang Komisi III DPR, Jakarta.
Imam mengatakan, jika Satuan Detasemen Khusus 88 saja bisa menangkap teroris yang jejaknya sulit dilacak, tentu pelacakan penyebar video porno adalah hal yang tidak sulit dilakukan. "Jadi, saya minta dengan hormat untuk ditindak tegas," ujar Imam mengakhiri pertanyaannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang