Jelang argentina versus korsel

Maradona Takut Jurus Taekwondo Korsel

Kompas.com - 16/06/2010, 18:22 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Partemuan antara Argentina dan Korea Selatan pada babak penyisihan Grup B, Kamis (17/6/2010), membuka ingatan Pelatih Diego Maradona pada 24 tahun silam.

Pada Piala Dunia 1986, Maradona berhasil menorehkan prestasi emas dengan membawa "Albiceleste" sebagai juara untuk kali kedua. Pada turnamen tersebut, Maradona pun terpilih menjadi Pemain Terbaik. Jutaan mata juga takkan lupa dengan "gol tangan Tuhan" yang dia lesakkan ke gawang Inggris.

Namun, ada momen yang tak bisa dilupakan Maradona pada Piala Dunia kala itu. Saat melawan Korea Selatan pada babak penyisihan Grup A, Maradona dkk harus mendapat perlakuan kasar. Beruntung, "Tim Tango" berhasil mengalahkan "Kesatria Taeguk" dengan skor 3-1.

Lalu apa hubungannya dengan pertemuan nanti? Maradona jadi kembali teringat karena salah satu pemain Korsel saat itu adalah Huh Jung-moo. Kini Moo menjadi pelatih Park Ji-sung dkk. Maradona khawatir, Moo menerapkan strategi yang sama seperti 24 tahun silam.

"Saya ingat dengan baik siapa Moo. Tahun 1986, Korea bermain taekwondo melawan kami, bukan sepak bola," ungkap pelatih berjenggot itu.

Meski itu telah lama berlalu, Maradona memang patut mewaspadai Korsel. Betapa tidak, Korsel tampil impresif pada partai pertama dengan menekuk Yunani 2-0. Bukan tidak mungkin, "Macan Asia" itu membalas dendam kekalahan 24 tahun silam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau