Tika Panggabean Belajar "Ngomong" Ambon

Kompas.com - 17/06/2010, 08:30 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Komedian Tika Panggabean (39) jadi pemimpin geng. Itu adalah perannya dalam film Red Cobex. Dia berperan sebagai Mama Ana, pemimpin geng anti-kejahatan dan kemaksiatan.

Bersama Indy Barenz, Cut Mini, Aida Nurmala, dan Sarah Sechan, yang berperan sebagai anak buah Mama Ana dalam geng Red Cobex, Tika mengaku bermain total. Ia sampai rela dirias khusus dengan ”menghitamkan” kulitnya dan belajar bahasa Ambon.

”Saat ditawari main film, saya bersedia karena Upi sutradaranya. Selain itu juga karena ada nama-nama seperti Indy Barenz, Cut Mini, Sarah Sechan yang super-gila,” kata Tika.

Saat Tika membaca naskahnya, dia menjadi ragu dan berpikir untuk mengundurkan diri. Apalagi, semula jadwal pengambilan gambar pada bulan Maret 2010. ”Waktunya mepet banget untuk belajar bahasa Ambon. Tapi, teman-teman terus mendukung dan tiba-tiba Upi sakit dan shooting ditunda April sehingga saya punya cukup waktu untuk belajar bahasa Ambon,” tutur Tika.

Tiga minggu Tika digembleng untuk menjalani perannya. ”Saya juga sering ditegur Upi karena ’enggak dapat’ bahasa Ambonnya. Jadi, apa yang ada di film itu, itu sudah maksimal yang bisa saya lakukan,” kata Tika yang dijemput shooting paling pagi karena tata riasnya membutuhkan waktu lama. (LOK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau