Krisis zona euro

Kunjungan IMF Picu Spekulasi Bailout Spanyol

Kompas.com - 17/06/2010, 09:52 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Ketua Dana Moneter Internasional berkunjung ke Spanyol di tengah laporan Madrid sedang mencari "bailout" (dana talangan) sementara pemerintah menyetujui reformasi penting dari pasar kerja yang kaku Rabu (16/6/2010) waktu setempat.

Kabinet Spanyol menyetujui reformasi tenaga kerja, yang dianggap penting untuk menghidupkan kembali ekonomi dan menangkis krisis utang Yunani, meskipun serikat pekerja menyerukan untuk mengadakan pemogokan umum terhadap mereka.

Reformasi -- yang membuatnya lebih mudah dan lebih murah bagi perusahaan untuk memecat pekerja -- masih harus diputuskan oleh parlemen di mana pemerintah menduduki tujuh kursi mayoritas.

Majelis bulan lalu meloloskan paket penghematan pemerintah 15-miliar euro (18,4 miliar dollar AS), yang mencakup pemotongan gaji pegawai negeri, dengan hanya satu suara.

Spanyol jatuh ke dalam resesi terburuk dalam beberapa dekade di akhir tahun 2008 setelah runtuhnya dekade penjang ledakan properti dan hanya kembali ke pertumbuhan tipis tahun ini.

Krisis telah mengirimkan tingkat pengangguran melonjak ke lebih dari 20 persen, tertinggi di Uni Eropa setelah Latvia.

Pengangguran tinggi pada gilirannya mengakibatkan pengeluaran pemerintah pada tunjangan pengangguran meroket, mendorong defisit publik Spanyol menjadi 11,2 persen dari produk domestik bruto tahun lalu, tertinggi ketiga di zona euro setelah Yunani dan Irlandia.

Harian bisnis Spanyol "El Economista", Rabu mengatakan, IMF, Uni Eropa dan Departemen Keuangan AS telah menyusun sebuah rencana penyelamatan Spanyol termasuk saluran kredit antara 200 miliar hingga 250 miliar euro.

"Rencana akan menggunakan uang dari dana tujuan khusus senilai hingga 500 miliar euro yang ditempatkan bulan lalu untuk membantu negara-negara zona euro yang berjalan ke dalam masalah utang gaya-Yunani," katanya.

IMF, Komisi Eropa dan pemerintah Spanyol telah menyangkal setiap bailout ini dalam pengerjaan.

Jean-Claude Juncker, kepala para menteri keuangan kelompok euro, juga mengatakan pada Rabu, ia tidak melihat ada indikasi "bahwa Spanyol akan berada di posisi mana pihaknya harus bertanya "untuk dana darurat."

Tapi spekulasi itu dipicu ketika Ketua IMF Dominique Strauss-Kahn mengumumkan ia akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero di Madrid pada Jumat.

Strauss-Kahn menekankan pihaknya akan melakukan kunjungan "kerja" dan menolak terhadap pembicaraan tentang bailout untuk Spanyol. "Saya pergi ke semua negara Eropa. Saya di Perancis (hari ini) - ada desas-desus itu tentang Perancis?" katanya kepada AFP.

IMF bulan lalu memperingatkan bahwa perekonomian Spanyol membutuhkan "reformasi luas dan komprehensif" pasar tenaga kerja yang kaku dan sektor perbankan jika ingin menyelesaikan masalah utang besar dan defisit.

Sementara itu, Gubernur Bank Spanyol Miguel Fernandez Ordonez juga menyerukan percepatan pelaksanaan langkah-langkah restrukturisasi, termasuk untuk "meningkatkan daya saing perekonomian Spanyol".

Pemerintah mendorong maju dengan versi sendiri dari reformasi pasar tenaga kerja setelah pembicaraan dengan serikat pekerja dan pengusaha yang runtuh minggu lalu.

Dua serikat pekerja terbesar Spanyol, CCOO dan UGT, yang mewakili lebih dari dua juta pekerja, pada Selasa menyerukan pemogokan umum pada 29 Juni untuk memprotes rencana tersebut.

Pekerja pada kontrak penuh saat ini berhak uang pesangon sebanyak 45 hari kerja per tahun, salah satu tingkat tertinggi di Eropa. Di bawah reformasi pemerintah, ini akan berkurang menjadi 33 hari untuk beberapa kontrak.

Banyak ekonom menyalahkan tingkat pengangguran yang tinggi pada biaya tinggi pemecatan pekerja di Spanyol, yang membuat pengusaha enggan untuk mempekerjakan staf dan mendorong penggunaan kontrak sementara yang memiliki beberapa manfaat dan hak-hak.

Tetapi beberapa analis mengatakan rencana terbaru tidak pergi cukup jauh. "Kami tetap tidak yakin bahwa reformasi tersebut cukup menentukan, terutama tentang fleksibilitas pada tingkat perusahaan," kata Javier Perez de Azpillaga dari Goldman Sachs ECS Global ECS European Research.

"Tanpa kerangka yang jelas untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan beradaptasi fungsional dan upah, yang menyeimbangkan ekonomi terhadap ekspor bersih akan berproses dengan kecepatan yang lebih bertahap."

Pemerintah juga telah mendorong konsolidasi cepat dari 45 bank tabungan daerah negara itu terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu dipicu oleh runtuhnya sektor properti.

Tapi keuangan publik dapat tegang lebih lanjut setelah Bank Spanyol mengungkapkan Rabu, bahwa bank-bank daerah telah meminta sekitar 11 miliar euro dari dana restrukturisasi negara untuk melaksanakan rencana merger.

Bank-bank itu sampai Selasa meminta pembiayaan dari Fund for Orderly Bank Reconstruction (FROB), yang didirikan pada Juni tahun lalu untuk membantu bank tabungan yang kesulitan melakukan merger atau restrukturisasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau