Terry Sibuk di Piala Dunia, Toni Asyik Berkuda

Kompas.com - 17/06/2010, 14:58 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Sang suami sibuk dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sang istri justru asyik berkuda. Itulah yang dilakukan Toni Poole, istri bek Inggris, John Terry.

Ditinggal Terry berlaga di tempat yang jaraknya ribuan kilometer, Toni tak mau hanya duduk manis di rumah sambil menyaksikan suaminya berlaga melalui layar kaca. Ia juga tak mau menyibukkan diri seperti istri-istri pemain timnas lainnya, yang senang berbelanja atau berpesta. Apalagi mempunyai keinginan untuk menyusul sang suami ke Afrika Selatan, seperti yang akan dilakukan Alex Curran, istri Steven Gerrard. Toni lebih memilih melakukan kegiatan berkuda sepanjang hari.

Kegiatannya berkuda ini bukan semata untuk gengsi atau sekadar iseng. Ia telah melakukan hobi ini sejak dua tahun lalu. Dengan hobinya itu, kini Toni justru menjadi kebanggaan Inggris. Ia terpilih mewakili Negeri Ratu Elizabeth itu dalam kejuaraan berkuda yang diikuti empat negara, yaitu Inggris, Skotlandia, Irlandia, dan Wales, yang akan digelar tahun ini juga.

Prestasinya itu mencatatkan Toni sebagai yang pertama dan satu-satunya WAGS yang mewakili negaranya di bidang olahraga. Jadi, bila suaminya sedang berjuang membela "Three Lions" di Piala Dunia, Toni kini mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan kuda bergengsi itu. Dalam persiapan itu, ia harus berlatih hampir setiap hari.

"Saya sangat senang bisa terpilih mewakili Inggris. Sudah tentu John juga akan merasa sangat bangga. Semua kerja keras yang telah saya lakukan terbayar sudah," ungkap Toni bersemangat.

Dengan kesibukan barunya itu, perempuan berusia 28 tahun ini bisa melupakan kisah kelam perkawinannya dengan Terry di awal tahun. Ketika itu perkawinan mereka diguncang skandal seks perselingkuhan Terry dengan temannya sendiri, Vanessa Perroncel, yang juga eks pacar rekan setim Terry di Chelsea, Wayne Bridge.

Ketika itu, Toni sempat terguncang mendengar hubungan gelap Terry dengan Vanessa, yang pernah menjadi tetangganya itu. Toni lebih terpukul lagi setelah mendengar kabar bahwa model seksi asal Perancis itu pernah mengandung anak Terry yang kemudian digugurkan. Ia lalu pergi ke Dubai bersama kedua orangtuanya untuk menenangkan diri.

Toni sempat menuntut cerai Terry, tetapi akhirnya memaafkan ayah dari dua anak kembarnya itu. Akibat skandal seks yang menghebohkan tersebut, Terry harus kehilangan jabatannya sebagai kapten "Three Lions". (Warkot/jac)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau