JAKARTA, KOMPAS.com - Niat PT Bukit Uluwatu Villa menjadi pendatang baru di lantai baru sudah mantap. Pengelola resort dan hotel di Bali ini sudah menetapkan harga saham perdananya di kisaran Rp 230 hingga Rp 260 per saham.
Rencananya, perusahaan ini akan menawarkan 20 persen sahamnya kepada publik. Bila hajatan ini terlaksana berarti Bukit Uluwatu akan meraih dana segar sebesar Rp 197,14 miliar hingga Rp 222,86 miliar."Kami optimis seluruh sahamnya akan terserap," kata Direktur Keuangan Bukit Uluwatu John D. Rasjad, Kamis (17/6).
Dana hasil penjualan saham ini akan digunakan untuk pembangunan hotel. Menurut John, sebanyak 32 persen dana itu untuk membiayai proyek Hotel Alila Manado, 48 persen untuk Alila Villas Bintan, 12 persen untuk penambahan 12 unit villa di Alila Ubud, dan sisanya untuk modal kerja.
John menilai dengan go public ini perusahaannya bisa memperbaiki kinerja. Dia memperkirakan pendapatannya akan naik empat kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi Rp 183,48 miliar.
Begitu pun dengan laba bersih. John menduga laba bersih akan melonjak dari Rp 4,59 miliar menjadi Rp 30 miliar hingga Rp 35 miliar. (Abdul Wahid Fauzi/KONTAN)