Garuda Diminta Terbang ke Moskwa

Kompas.com - 17/06/2010, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAs.com - Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata meminta Garuda Indonesia terbang langsung ke Moskwa. "Kami  mendorong Garuda untuk membuka jalur penerbangan ke dua kota yang amat potensial di Eropa yakni Moskwa di Rusia dan Frankfurt di Jerman," kata Direktur Promosi Luar Negeri Kemenbudpar, I Gde Pitana Brahmananda di Jakarta, Kamis (17/6/2010).

Pitana mengatakan, pihaknya telah melakukan analisis terhadap dua kota tersebut dan hasilnya menunjukkan kedua kota prospektif diterbangi maskapai yang mengakses langsung ke Indonesia.

Pitana berpendapat, dua kota tersebut merupakan pintu keluar dengan mobilitas outbond yang tinggi. "Selain itu pesaing Garuda yang sudah membuka rute ke dua kota itu terbukti hampir selalu penuh," katanya.

Namun, usul itu baru sebatas masukan dan Pitana menegaskan tidak akan memaksa Garuda membuka rute tersebut bila ternyata tidak menguntungkan menurut analisis bisnis korporasi. "Itu baru sebatas masukan yang kami usulkan kepada direksi Garuda, bahwa Garuda akan membuka rute atau tidak, itu tergantung pada analisis bisnis mereka," kata Pitana.

Pitana menambahkan, jumlah kunjungan wisman asal Eropa ke Indonesia pada periode Januari-April 2010 tumbuh positif. Oleh karena itu, potensi bagi Garuda amat besar untuk membuka lebih banyak wilayah terbang di kawasan udara Eropa selain Belanda. "Kami juga mengusulkan kota lain yang juga potensial untuk diterbangi yakni London," katanya.

Pihaknya yakin kapasitas Garuda yang telah teruji mampu kembali menerbangi Eropa setelah sebelumnya seluruh maskapai di Tanah Air dilarang terbang ke Eropa oleh otoritas Uni Eropa selama beberapa tahun. Apalagi, dalam waktu dekat, Garuda berencana mendatangkan beberapa pesawat baru berkapasitas besar.

Pitana mengatakan, secara teori dan pengalaman empiris terbangnya kembali Garuda ke Eropa mulai 1 Juni 2010 memberikan lagi akses langsung bagi turis untuk berkunjung ke Indonesia. "Selain itu juga memberikan nilai positif dalam hal citra dan membuktikan bahwa pesawat kita sudah mampu memenuhi syarat yang ditetapkan otoritas UE," katanya.

Terbangnya kembali Garuda ke Eropa diharapkan mampu memberikan kontribusi langsung pada penambahan jumlah wisman Eropa yang berkunjung ke Tanah Air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau