Tabanan Gelar Festival Tanah Lot

Kompas.com - 17/06/2010, 16:39 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Badan pengelola objek wisata Tanah Lot Kabupaten Tabanan, Bali akan menggelar "Tanah Lot Art Festival" (TLAF) yang akan berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2010.

Ketua Badan Manajeman Pengelola Objek Wisata Tanah Lot, Made Sujana di Tabanan, Kamis (17/6/2010), mengatakan dalam pagelaran seni dan budaya yang akan berlangsung selama tujuh hari itu melibatkan sedikitnya 3.000 seniman lokal.

"Kegiatan TLAF tahun 2010 mengangkat tema ’Poleng’, yaitu terinspirasi dari ular suci yang berwarna hitam putih dipercaya sebagai penjaga Pura Luhur Tanah Lot. Dan ular itu sudah dikenal sejak berdiri pura tersebut," katanya.

Menurut Sujana, ajang TLAF sebagai upaya melestarikan warisan budaya masyarakat yang diperkenalkan kepada dunia internasional, sekaligus merupakan media promosi obyek wisata Tanah Lot. "Kami berupaya memberikan wahana dan kesempatan berekspresi bagi para seniman Tabanan, baik itu seniman tabuh maupun seniman tari, lukis dan patung guna menarik kunjungan wisatawan ke Bali," ucapnya.

Secara garis besar, kata Sujana, TLAF adalah kegiatan seni budaya yang akan dilakukan meliputi parade budaya yang diadakan pada saat acara pembukaan. Parade budaya itu diikuti 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan yang diawali dengan tari pembukaan yang menceritakan tentang makna filosofi "Poleng" di Tanah Lot.

Kesepuluh peserta akan menampilkan potensi seni di masing-masing daerahnya dengan anekaragam bentuk garapan yang merupakan ciri khas daerah tersebut.

"Kami juga akan mempertunjukan aneka jenis kesenian tarian klasik di Tabanan yang jarang ditampilkan kepada wisatawan. Antara lain, Barong Rentet, Baris Memedi, Joged Bumbung Mebarung, Arja Klasik, Baris Gede Kombinasi Tektekan,  Tari Leko, Bebarongan, Prembon dan Tari Telek," jelas Sujana.

Menurut Sujana, penampilan terbaru yang akan diangkat TLAF yaitu "Klepon Festival", sebagai festival kuliner khas Tanah Lot, yang mana kue klepon ini sudah terkenal sampai ke mancanegera. "Kita mencoba untuk menampilkan jajanan itu dan untuk memotivasi masyarakat untuk mengadakan inovasi pembuatan jajan klepon," katanya.

Sujana menambahkan festival layang-layang tetap akan memeriahkan festival budaya ini. Tanah Lot Kites Festival mengambil tema Giant Kite Show. "Kegiatan tersebut sebagai wahana kreasi anak muda di Bali di bidang seni layang-layang yang biasanya menarik perhatian. Setiap tahunnya, peserta layang-layang selalu membludak, sehingga untuk tahun ini kami batasi sebanyak 700 pelayang," demikian Sujana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau