Pengurus partai demokrat

Anas: Tak Benar Suaka untuk Andi Nurpati

Kompas.com - 17/06/2010, 23:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah memberikan suaka politik terhadap anggota Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati, yang sempat menjadi bulan-bulanan anggota DPR akibat kisruhnya penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009.  Bahkan, DPR sempat membentuk pansus guna menyelidiki kecurangan pemilu.

Seperti diwartakan, Andi didaulat menjadi Kepala Divisi Komunikasi Publik pada kepengurusan Partai Demokrat 2010-2015. Selain Andi, beberapa aktivis dan tokoh independen pun didapuk menjadi pengurus partai pemenang pemilu 2009 tersebut, seperti aktivis HAM Rachland Nashidik, pengamat properti Panangian Simanungkalit, dan staf ahli di Mabes Polri Kastorius Sinaga.

Selain itu, Anas juga membantah pemberian posisi kepala divisi juga sebagai "upah" atas jasa KPU yang mendukung penggelembungan dan penggembosan surat suara yang menguntungkan Partai Demokrat, seperti yang dituduhkan partai oposisi.

Anas pun menjelaskan mengapa dirinya meminang Andi Nurpati. "Dia tokoh muda. Perempuan. Dia tertarik dan cocok dengan misi Partai Demokrat," kata Anas kepada para wartawan seusai menghadiri pembukaan Munas II PKS di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (17/6/2010).

Dikatakan Anas, pinangan terhadap Andi hanyalah proses rekrutment biasa, dan sama seperti pengurus lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau