JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku tidak khawatir soal status Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun yang pernah diduga terlibat kasus korupsi. Bahkan, Jhonny, yang juga politikus di DPR, pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap dana stimulus pembangunan dermaga dan bandara di Indonesia timur dengan tersangka Abdul Hadi Djamal.
"Kami menghormati hak politik kader Partai Demokrat. Pada saat yang sama kami juga menghormati kerja lembaga hukum. Itulah prinsipnya," ujar Anas singkat kepada para wartawan seusai menghadiri pembukaan Munas II PKS di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (17/6/2010).
Apakah Anda benar-benar tidak khawatir Jhonny suatu saat akan dihukum? "Kami tidak berpikir macam-macam. Kami berpihak kepada seluruh potensi kader untuk bekerja keras untuk kemajuan partai," ujar Anas.
Kritik terhadap keberadaan Jhonny di susunan pengurusan 2010-2015 misalnya dilontarkan pengamat politik dari UGM, Arie Sudjito. "Keberadaan Jhonny menjadi Partai Demokrat dalam posisi tersandera. Pasalnya, Jhonny diduga terseret kasus korupsi yang proses hukumnya juga masih berjalan hingga saat ini. Dengan posisi barunya, Jhonny diyakini akan lebih sulit tersentuh," ujarnya.
Arie menduga masuknya Jhonny yang merupakan sobat sejoli Anas di Badan Anggaran DPR disebabkan oleh kontribusi finansialnya yang besar dalam kampanye Anas menuju PD1. "Ini menjadi bukti bahwa politisi dari generasi baru pun turut melanggengkan pola transaksional dalam politik," katanya.
Secara terpisah, KPK mengatakan tidak akan sungkan untuk memeriksa kembali Jhonny jika dibutuhkan. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan KPK. "Kami berani. Tapi, untuk memeriksa atau tidak, bukan karena takut atau berani. Tapi, lebih karena apakah yang bersangkutan dibutuhkan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Rabu silam.
Johan mengatakan, KPK telah mendapatkan keterangan dari mantan anak buah Jhonny, Risco Pasiwarissi, dan Abdul Hadi. Bahkan, lanjut Johan, dari keterangan sopir Abdul Hadi, diketahui memang ada aliran uang ke Jhonny.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang