Kepengurusan baru partai demokrat

Kenapa Usman Menolak ke Demokrat?

Kompas.com - 18/06/2010, 10:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jajaran pengurus baru Partai Demokrat sudah diumumkan pada Kamis (17/6/2010) oleh Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, putra bungsu Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono.

Beberapa hari menjelang pengumuman, nama aktivis hak asasi manusia yang juga adalah Koordinator Kontras, Usman Hamid, disebut-sebut masuk dalam gerbong kepengurusan baru. Partai Demokrat secara terbuka meminang Usman untuk bergabung. Namun, namanya ternyata tidak tersebut dalam pengumuman kemarin.

"Saya merasa belum saatnya saya bergabung dengan sebuah partai politik. Saya masih ingin berada di luar sistem. Saya menghargai tawaran Mas Anas (Anas Urbaningrum)," kata Usman dalam perbincangan dengan Kompas.com, Jumat (18/6/2010).

Usman mengaku, Anas menghubunginya secara pribadi dan menawarinya bergabung dalam kepengurusan baru partai sekitar tiga pekan lalu. Sejak itu pula keduanya berkomunikasi secara intensif. "Saya mendapat banyak pelajaran berarti melalui dialog intens yang kami lalui dalam dua tiga pekan terakhir. Kami berbagi rasa dan gagasan tentang politik sebagai ruang bagi perjalanan kebajikan, hak asasi manusia, perlindungan kaum terpinggirkan dan tertindas. Dalam permenungan saya, belum sekarang saatnya saya berjuang di dalam sistem," katanya.

Dalam dialog intens itu, lanjut Usman, disepakati bahwa perlu ada pembaruan dalam kehidupan politik di Indonesia. Usman mengapresiasi Partai Demokrat yang dinilainya memberi ruang yang cukup bagi kiprah orang muda untuk mengambil peran dalam pembaruan tersebut. Keduanya setuju perjuangan itu masih perlu dilakukan secara sinergis oleh mereka yang berada di dalam dan di luar partai politik

"Arah kepemimpinan Mas Anas memberi harapan bagi kiprah orang-orang muda. Semoga ke depan kami terus menjalin persahabatan dalam memperjuangkan kehidupan politik yang memuliakan martabat manusia," ucap Usman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau