Ditekan Habis-habisan, Luna Maya Menangis

Kompas.com - 18/06/2010, 11:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tekanan demi tekanan yang dialaminya membuat Luna Maya sedih. Belakangan ini, Luna kerap menangis dan menyesalkan sikap publik yang menekannya habis-habisan. Padahal, Luna merasa tidak berbuat apa-apa, tetapi desakan yang diterimanya melebihi kasus koruptor yang menggerogoti uang rakyat.

"Sampai kemarin dia (Luna) enggak bisa bilang apa-apa. Dia nangis. Katanya dia, 'Saya bikin apa sih? Masih ada kasus yang lebih besar, koruptor'," kata Luna seperti dituturkan kuasa hukumnya, OC Kaligis, saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/6/2010).

Akibat tudingan masyarakat yang berlebihan, lanjut OC Kaligis, Luna harus kehilangan semua kontrak kerjanya di dunia hiburan. Tak hanya itu, usahanya juga diprotes masyarakat dan didesak untuk ditutup.

"Sekarang kontrak Luna sudah diputus semua lho. Usahanya hampir habis, usahanya sudah ditutup. Sudah berapa pegawai itu. Untung saja enggak ada saudara Anda yang jadi pegawainya Luna. Kalau ada kan kehilangan pekerjaan lho," ujar Kaligis.

Kaligis menyesalkan tindakan masyarakat yang menjatuhkan hukuman sosial tersebut. Padahal, dari pihak kepolisian hingga kini juga belum memutuskan kalau Luna bersalah.

"Artinya orang sudah diperiksa (polisi) kayak gini, kita mau ikut-ikutan menghukum. Apa pantas? Sementara mereka sendiri kan belum bilang apa-apa. Katanya, asas praduga tak bersalah. Kasihan dong, bayangkan kalau itu saudara perempuan Anda, punya usaha ditutup. Semua ada 100 pegawai lho. Sampai sedih saya," tandasnya. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau