KOMPAS.com -- Stadhuisplein, 19 Juni 1629. Warga Batavia menyaksikan sebuah pemandangan yang menegangkan. Pemandangan itu adalah eksekusi mati seorang serdadu muda yang biasa menjaga balai
Sara Specx berusia 12 tahun saat tinggal di Batavia. Hatinya runtuh melihat ketampanan Cortenhoeff, setiap hari. Hingga akhirnya malam itu pun tiba. Malam di mana dua insan yang sedang dimabuk
Di abad itu, norma dan ajaran agama masih dipegang kuat sehingga kelakuan Sara dan Pieter tak bisa lagi ditolerir. Raad van Justitie pun segera bergerak. Setelah melakukan sidang terhadap kasus tersebut, maka pada 18 Juni 1692 Raad van Justitie pun menetapkan keduanya bersalah. Jika Pieter dihukum gantung di halaman balai
Bicara soal Balai Kota Batavia di atas, ini terkait dengan gedung balai kota kedua yang menggantikan Kastil Batavia di tepi Sungai Ciliwung di utara Batavia. Tak lama setelah pengadilan bagi kedua insan tadi, ayah Sara, Jacques Specx menggantikan JP Coen sebagai gubernur jenderal.
Dari Sara Specx, berlanjut ke Kali Semut, lokasinya kini di sepanjang belakang gedung BNI Kota. Kali ini di sebetulnya parit yang mengelilingi tembok Kota Batavia. Di parit itulah tersimpan benda pertahanan yang tak diketahui musuh. Apakah benda itu? Semua ini bisa disaksikan dalam perhelatan Batavia Art Festival (BAF) 19-20 Juni 2010.
Kisah cinta Sara Specx dan Pieter Cortenhoeff merupakan kisah asmara yang akan terus diminati berbagai generasi. Masih banyak misteri yang menyelimuti kisah cinta mereka.
Selain tentang Sara Specx dan tempatnya memadu kasih dengan Pieter serta lokasi mereka dijatuhi hukuman, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua juga memamerkan sejarah Kali Semut.
Bukan hanya Kali Semut, tapi juga Kalibesar, kanal yang membelah Batavia. Kalibesar tak hanya terkenal sebagai jalur transportasi tapi juga tempat mencuci kuda, bahkan tempat buang air kecil dan besar. “Kita mau menampilkan suasana
Dalam kesempatan terpisah Kepala UPT MSJ Rafael Nadapdap menyatakan, BAF akan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Arie Budhiman. “Pembukaan pk 10.00 hari Sabtu 19 Juni,” tambahnya, BAF kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena kali ini digelar dua hari.
Acara tersebut digelar pertama kali pada 2002, dua kali setahun. Kali ini adalah pergelaran BAF yang ke 14 karena penyelenggaraan BAF kemudian hanya digelar sekali setahun yaitu dalam rangka HUT Kota Jakarta.