Orang Kurus Lebih Cepat Mati

Kompas.com - 18/06/2010, 13:55 WIB

KOMPAS.com — Obesitas memang merupakan masalah besar. Ketika Anda mengalami obesitas, sejumlah penyakit siap mengancam Anda. Mulai dari diabetes, tekanan darah tinggi, kanker usus, hingga stroke, dan semua penyakit ini bisa mengurangi harapan hidup Anda hingga sekitar 9 tahun.

Meskipun demikian, jika dalam kondisi overweight Anda tetap menjalankan pola hidup yang sehat, Anda bisa berharap usia yang lebih panjang. Bahkan, mungkin harapan hidup Anda lebih baik daripada orang yang langsing tetapi tidak sehat. Para peneliti mengatakan bahwa angka kematian orang yang ramping tetapi tidak bugar dua kali lipat lebih banyak daripada orang-orang gemuk yang latihan secara teratur.

"Gaya hidup tidak aktif adalah problem utamanya (mengapa angka kematian orang yang ramping dua kali lipat lebih banyak), dan bukannya masalah obesitas itu sendiri," papar Profesor Stephen Blair dari Cooper Institute di Dallas, Amerika.

Ia dan timnya telah melakukan penelitian selama beberapa dekade, melibatkan 30.000 orang berusia 20-80-an tahun. Saat penelitian, responden dicek kebugaran fisiknya menggunakan treadmill. Satu kelompok yang memperbaiki kebugarannya berhasil menurunkan angka kematiannya hingga 50 persen dalam 10 tahun berikutnya. Sedangkan kelompok lain yang tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki tingkat aktivitasnya tidak mengalami kemajuan ini.

"Orang-orang yang turun berat badannya, dan pada saat bersamaan juga memperbaiki kebugarannya, berhasil menurunkan risiko kematiannya. Tetapi mereka yang kehilangan berat badan tetapi tidak bugar, justru meningkatkan risiko kematiannya," papar Profesor Blair.

Ia menekankan bahwa aktivitas fisik adalah tanda yang lebih penting mengenai kesehatan seseorang. "Yang saya maksud (aktivitas fisik) bukan jogging atau latihan di gym lho, tapi kurangnya aktivitas dalam hidup sehari-hari," katanya.

Menurutnya, teknologi kini semakin memudahkan hidup manusia dan akibatnya makin membuat orang untuk malas bergerak. Semakin lama waktu yang dihabiskan orang untuk duduk di depan komputer atau di depan televisi (penelitian tahun 1990-an, dalam seminggu orang menghabiskan 26 jam untuk menonton televisi). Nah, bayangkan bila kegiatan ini diimbangi dengan aksi ngemil jajanan tidak sehat, atau mengonsumsi junk food.

Itulah sebabnya, orang kurus pun bisa menyimpan banyak penyakit, dan dengan sendirinya mempercepat usia kematiannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau