JAKARTA, KOMPAS.com — Terminal Bus Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menyiapkan sebanyak 400 bus untuk menyambut liburan sekolah yang biasa dimanfaatkan warga Jakarta bertamasya ke luar kota. Penambahan armada dari yang biasanya disiagakan 180 bus ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang.
Kepala Terminal Bus Lebak Bulus Ferdinand Karel Wowor memprediksi, lonjakan penumpang akan terjadi setelah tiga hari libur dimulai. Pihaknya mencatat, jika pada hari biasa, jumlah penumpang yang berangkat melalui Terminal Lebak Bulus rata-rata berjumlah 2.400 penumpang per hari, maka pada hari libur nanti jumlahnya diperkirakan meningkat hingga 5.000 penumpang.
Namun, Wowor sedikit tidak yakin jika lonjakan penumpang itu bisa tercapai karena jumlah pengguna bus untuk ke luar kota saat ini sedikit menurun. Tren itu muncul karena warga lebih memilih menggunakan moda transportasi lain, seperti pesawat atau kereta api.
"Penumpang bus hanya sisa dari angkutan lain, seperti pesawat dan kereta," ujarnya kepada Beritajakarta.com, Jumat (18/6/2010).
Wowor juga memprediksi, penumpang dengan tujuan Jawa Barat dan Jawa Tengah akan mendominasi musim liburan kali ini. Antara 60 dan 75 persen penumpang diprediksi akan berangkat ke tujuan tersebut.
"Tujuan penumpang memang lebih banyak ke daerah-daerah terdekat Jakarta," ucapnya.
Selain itu, untuk melayani tujuan Sumatera, pihaknya juga menyediakan lebih kurang 10 bus. Adapun untuk harga tiket bus, Wowor memastikan tidak ada kenaikan tarif. "Tidak ada kenaikan tarif. Semuanya normal," ujarnya.
Untuk menjaga keamanan calon penumpang, jika sebelumnya pihaknya hanya menugaskan 20 petugas keamanan internal, maka di hari libur nanti pihaknya akan menambah 6 petugas keamanan dari unsur kepolisian. Ini dilakukan untuk memperketat ruang gerak pelaku aksi pencopetan dan pembiusan.
"Selama ini area dalam terminal cukup aman. Kalaupun ada aksi pembiusan, itu biasanya terjadi di luar terminal," kata Wowor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang