JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Pelatih Amerika Serikat Bob Bradley menegaskan timnya selalu punya cara untuk menyelamatkan kondisi mereka yang terjepit. Tertinggal dua gol, saat berhadapan dengan Slovenia, AS mampu mengejar angka dan memaksa hasil seri.
Peluang "The Sam's Army" untuk lolos ke babak kedua sebetulnya sudah sangat terbuka, saat mereka mampu meraih hasil imbang kontra favorit juara Inggris. Namun dua gol Slovenia di babak pertama, sempat membuyarkan impian AS untuk melenggang ke putaran selanjutnya.
Beruntung AS punya pemain dengan kualitas dan mental juara mumpuni, seperti Landon Donovan dan Michael Bradley, yang notabene putra dari pelatih Bob Bradley. Duo "Yanks" itu sukses menjawab tantangan Slovenia, dengan mencetak masing-masing satu gol balasan di babak kedua.
"Tim ini tahu bagaimana cara berjuang selama 90 menit bertanding. Ini adalah sesuatu yang kami punya, dan akan kami kenang selamanya," sanjung Bradley.
AS sebenarnya bisa menang, jika wasit Koman Coulibaly tak menganulir gol Maurice Edu di empat menit tersisa, lantaran menganggap terjadi pelanggaran sebelum gol.
"Saya masih tak tahu kenapa gol Edu dibatalkan. Sampai saat ini, tak ada satu pun yang tahu alasannya," tukas Bradley.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang