Pertandingan grup a

Perancis Kini Menjadi "Tim Anak Bawang"

Kompas.com - 19/06/2010, 04:02 WIB

Catastrophe!” (Malapetaka), ”Pathetic!” (Menyedihkan). Demikian sebagian besar judul-judul surat kabar dan tabloid di Perancis yang terbit hari Jumat (18/6) dalam memberitakan kekalahan tim nasional mereka dari Meksiko, sehari sebelumnya. Harian L’Equipe bahkan menurunkan judul utama ”The Impostors” (Penipu).

Bukan hanya di media cetak, kekalahan memalukan Perancis juga menjadi topik pembicaraan yang hangat di hampir semua stasiun televisi dan radio.

Mayoritas pendengar radio dan pemirsa di televisi mengecam, memaki, dan mengkritik penampilan tim kesayangan mereka. Tak ada lagi kata pujian dan pesta sukaria.

Suasana ini tentunya sangat kontras ketika Perancis tampil sebagai juara dunia pada tahun 1998 lalu. Ketika itu semua orang hanya melontarkan kata-kata pujian. Saat itu semua orang berpesta.

Terlepas dari tanggapan negatif publik, tim Perancis bermain sangat buruk. Permainan mereka tak terkoordinasi, serangan yang dibangun tidak taktis dan gagal menciptakan peluang yang berbahaya karena miskin kreasi serangan.

Sebaliknya, Meksiko tampil penuh semangat dan percaya diri, terutama di babak kedua. Mereka mencetak gol melalui Javier Hernandez pada menit ke-64, dan eksekusi penalti Cuauhtemoc Blanco pada menit ke-79.

Bencana

”Kami merasa seperti tim anak bawang. Ini menyakitkan. Tidak ada yang bisa dikatakan, selain menyebut hasil ini sebagai bencana,” ujar kapten tim Perancis, Patrice Evra, bek kiri Manchester United, seperti dikutip Reuters.

Sehari sebelum pertandingan, Evra sempat berkomentar bahwa timnya cukup solid dan akan terus bertahan di Piala Dunia. ”Ternyata saya salah, kami bukan tim yang hebat di lapangan,” ujarnya mengakui.

Soal kondisi tim, Evra juga mengakui, atmosfer tim tidak terlalu bagus sejak tampil di babak kualifikasi.

Bagi Perancis, kekalahan ini semakin memojokkan posisi mereka. Mereka bahkan terancam tersingkir dari Piala Dunia. Situasi ini hampir sama dengan Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Delapan tahun lalu ”Les Bleus” pulang lebih awal dengan membawa pulang hasil yang sangat memalukan. Datang dengan status juara bertahan, tim ”Ayam Jantan” justru hanya mampu meraih satu poin. Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka tidak pernah mencetak gol dan gawangnya kebobolan tiga kali.

Situasi sekarang, Perancis yang di laga perdana ditahan imbang 0-0 oleh Uruguay tidak punya pilihan harus menang melawan tuan rumah Afrika Selatan. Namun, kemenangan itu pun belum cukup memastikan mereka lolos ke perdelapan final.

Tergantung tim lain

Nasib mereka juga sangat bergantung dari hasil pertandingan antara Uruguay dan Meksiko. Jika keduanya bermain imbang, Perancis tersingkir.

Namun jika ada salah satu tim yang menang, selisih gol harus diperhitungkan. Oleh karena itu, Perancis juga harus menang besar dari Afrika Selatan.

Pelatih Perancis Raymond Domenech tak punya banyak pilihan kata mengomentari kekalahan timnya. ”Kami kecewa dan sedih,” ujarnya. Domenech, yang sejak lama menuai kritik pers Perancis, tidak bisa membayangkan penampilan timnya yang tidak mampu membuat banyak peluang dan kalah dengan cara terhormat.

Evra menambahkan, laga terakhir hanya untuk harga diri. ”Demi harga diri kami harus menang. Soal keajaiban, secara personal saya tidak yakin,” ujarnya. Harga diri Perancis memang pantas dipertaruhkan. Sebagai juara dunia 1998, juara Eropa 2000, dan runner-up Piala Dunia 2006, tak sepantasnya mereka seperti anak bawang. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau