Hebat! Slash Stop Merokok Lho...

Kompas.com - 19/06/2010, 07:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Legenda gitaris Saul Hudson (44) atau lebih dikenal sebagai Slash santer dikabarkan telah berhenti merokok. Penyebabnya karena kematian ibundanya, Ola Hudson, tahun lalu, dan karena pneumonia yang ia derita.

Kabar itu sudah tersiar saat ia punya anak tahun 2002. Namun, banyak penggemarnya tidak percaya Slash akan berhasil melakukannya mengingat rokok sudah menjadi trademark Slash.

Berbagai sumber berita menyebutkan, mantan gitaris itu sudah tidak merokok setahun ini. Motivasi berhenti merokok karena ia melihat ibundanya ketika berjuang di rumah sakit melawan kanker paru-paru dan akhirnya meninggal.

”Saya sudah berhenti merokok setahun ini. Sebelumnya saya pernah bertekad berhenti merokok saat kami punya bayi. Istri sering bilang kalau bayi kami baunya seperti asbak,” katanya.

Slash memiliki dua anak dari istrinya, Perla Ferrar. Ia sempat berhenti, tetapi mulai lagi merokok. ”Kemudian ibu saya meninggal karena kanker paru-paru dan saya juga kena pneumonia. Sejak itu berhenti lagi,” katanya.

Menurut Slash, sebenarnya tak terlalu sulit untuk berhenti merokok jika mau. Sebagai pengganti aktivitas, kini tangannya selalu sibuk ber-Twitter ria.

Mantan gitaris Guns N’ Roses ini dipastikan akan menggelar konser di Jakarta, 3 Agustus. (contactmusic.com/amr)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau