Preview ghana vs australia

Benteng Terakhir Afrika

Kompas.com - 19/06/2010, 09:04 WIB

RUSTENBURG, KOMPAS.com — Ghana adalah satu-satunya tim Afrika yang masih mengantongi rekor kemenangan seratus persen di babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Mereka bisa melanjutkan tren positif itu saat melawan Australia, Sabtu (19/6/2010). Selain itu, kemenangan atas Australia juga akan memperbesar peluang Ghana lolos ke putaran kedua Piala Dunia ini sebagai juara grup.

Ghana dan Australia berada di Grup D bersama dengan Jerman dan Serbia. Sementara Jerman dan Serbia sudah melakoni dua pertandingan, Ghana dan Australia baru melakoni satu laga. Kecuali Australia, Ghana, Serbia, dan Jerman sudah mengoleksi tiga poin.

Bila Ghana bisa mengatasi Australia, mereka akan mengoleksi enam poin. Dengan begitu, mereka hanya membutuhkan hasil imbang pada pertandingan terakhir, melawan Jerman, untuk finis sebagai juara grup.

Peluang Ghana untuk menundukkan Australia cukup terbuka. Sementara moral Ghana sedang melambung, Australia masih didera kekecewaan akibat dibantai Jerman 0-4 pada laga pertama.

Selain itu, Australia juga bakal menghadapi Ghana tanpa satu pemain andalannya, Tim Cahill, yang mendapat kartu merah saat melawan Jerman.

Meski begitu, Australia juga bukannya tak mampu menciptakan kejutan. Mereka dipastikan akan berusaha mati-matian untuk menggusur Ghana karena hasil selain tiga angka berarti angkat koper.

Sejarah menunjukkan, Australia punya tradisi bagus bila bertemu Ghana. Tercatat, dalam enam pertemuan terakhir, Australia membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Ditambah ambisi bertahan selama mungkin di turnamen ini, Australia bisa membuat persaingan Grup C semakin ketat bila mampu menang atas Ghana.

Pelatih Ghana Milovan Rajevac mengerti betul ancaman Australia. Ia pun mendesak pasukannya untuk melupakan euforia kemenangan laga perdana dan menghadapi Australia seakan-akan merekalah yang akan tersingkir bila gagal menang.

"Bagi kami, ini adalah pertandingan musim ini. Jadi, kami harus sangat fokus dan berada di level terbaik kami karena kami tahu ini adalah kesempatan terakhir Australia (bertahan di Piala Dunia ini)," ungkap Rajevac.

Sementara itu, Pelatih Australia Pim Verbeek mengaku kecewa dengan laga perdana. Namun, menurutnya, selama masih ada peluang lolos, Australia akan berusaha sekuat tenaga.

"Kami semua kecewa. Namun, kami adalah manusia dan kami akan tetap mengangkat dagu. Masih ada dua pertandingan dan segalanya masih mungkin," ucapnya. (TEL)

Data dan Fakta GHANA vs AUSTRALIA Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Sabtu (19/6/2010) SIARAN LANGSUNG: RCTI Sabtu (19/6/2010), pukul 21.00 WIB

Klasemen Sementara Grup D Jerman 2 1 0 1 4-1 3 Ghana 1 1 0 0 1-0 3 Serbia 2 1 0 1 1-1 3 Australia 1 0 0 1 0-4 0

Perkiraan susunan pemain: Ghana (4-2-3-1): Kingson, Pantsil, Mensah, Vorsah, Sarpei; Annan, Muntari; Tagoe, Asamoah, Ayew; Gyan Australia (4-4-2): Schwarzer, Wilkshire, Neill, Moore, Chipperfield; Emerten, Bresciano, Grella, Culina; Kennedy, Kewell

Rekor pertemuan: 1995 Persahabatan Australia 2-1 Ghana 1995 Persahabatan Australia 1-0 Ghana 1995 Persahabatan Australia 0-1 Ghana 1996 Persahabatan Australia 2-0 Ghana 2006 Persahabatan Australia 1-1 Ghana 2008 Persahabatan Australia 1-0 Ghana

Rekaman pertandingan: GHANA 13 Juni 2010 Piala Dunia Serbia 0-1 Ghana 5 Juni 2010 Persahabatan Ghana 1-0 Latvia 1 Juni 2010 Persahabatan Belanda 4-1 Ghana 3 Maret 2010 Persahabatan Bosnia-Herzegovina 2-1 Ghana 31 Januari 2010 Piala Afrika Ghana 0-1 Mesir

AUSTRALIA 13 Juni 2010 Piala Dunia Jerman 4-0 Australia 5 Juni 2010 Persahabatan Amerika Serikat 3-1 Australia 1 Juni 2010 Persahabatan Australia 1-0 Denmark 24 Mei 2010 Persahabatan Australia 2-1 Selandia Baru 3 Maret 2010 Kualifikasi Piala Asia Australia 1-0 Indonesia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau