MEDAN, KOMPAS.com — Calon wali kota Sofyan Tan menyatakan bahwa dia siap untuk menang dan juga kalah pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan putaran kedua yang berlangsung Sabtu (19/6/2010) ini.
"Saya pasti sangat siap. Jika menang tentu dengan kesatria dan jika kalah dengan terhormat," katanya seusai mencoblos di TPS 37 di Jalan Kiwi, Kelurahan Sei Sikambing 2, Kecamatan Medan Sunggal.
Sofyan Tan bersama pasangannya, Nelly Armayanti, maju ke pilkada putaran kedua, berhadapan dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin. Kedua pasangan itu ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dan menyisihkan delapan pasangan lain pada pilkada putaran pertama yang berlangsung 12 Mei 2010.
Rahudman-Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150.671 suara (22,20 persen), sementara Sofyan/Nelly yang didukung PDI Perjuangan dan PDS meraih 140.676 suara (20,72 persen).
Calon wali kota dengan nomor urut 10 itu datang ke TPS pukul 10.10 WIB dan langsung mengambil surat suara. Ia datang ke TPS yang tidak jauh dari rumahnya di Kompleks Kasuari dengan berjalan kaki. Ia datang bersama keluarga besarnya, termasuk istrinya, Elinar, dan ibunya yang sudah berusia 90 tahun, Hermina.
Sofyan Tan mengaku jauh lebih santai dibanding pilkada putaran pertama. "Saya optimistis saja. Kalah-menang urusan lain," ujar pria kelahiran Medan Sunggal, 25 September 1959, itu. Menurut dia, apa pun hasil pilkada putaran kedua itu harus lebih baik untuk masyarakat Kota Medan. Untuk itu ia berharap pilkada berjalan aman, lancar, dan tertib.
"Masyarakat butuh perubahan. Apa pun hasilnya, Kota Medan harus semakin kondusif dan damai. Kalau kami yang menang, itu bukan kemenangan Sofyan Tan, tetapi kemenangan bagi kebinekaan," ujar calon wali kota yang juga warga keturunan Tionghoa itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang