JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mendesak agar Kepala Divisi Bidang Komunikasi Politik PD Andi Nurpati yang juga anggota KPU segera memilih untuk bergabung di KPU atau di kepengurusan PD 2010-2015 demi menegakkan etika politik.
"(Kalau tidak mundur), Biar publik yang menilai, tapi Demokrat punya pertimbangan sendiri soal itu," kata Saan dalam diskusi mingguan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/6/2010) pagi tadi.
Terpilihnya Andi yang juga masih menjabat sebagai Komisioner KPU menimbulkan dugaan bahwa PD berutang budi pada Andi dalam pemenangan PD di Pemilu 2009. Hal tersebut dibantah Saan, "Ini tidak ada kaitannya dengan itu sama sekali, Pemilu 2009 sudah clear, pertanggungjawaban keuangan, dan lain-lain. Soal Andi itu kan pilihan politik beliau," katanya.
Menurut Saan, bergabungnya Andi dalam kepengurusan baru PD didasarkan pada potensi Andi dalam memahami sistem pemilu secara teknis maupun teoritis yang dibutuhkan PD untuk menghadapi Pemilu 2014. Saan juga mengatakan bahwa KPU tidak perlu menunggu SK Demokrat jika hendak memberhentikan Andi karena SK Kepengurusan tersebut telah keluar.
Namun, Saan menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan tembusan SK kepada KPU. "Itu kan masalah pribadi, bukan lembaga," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang