Partai demokrat

Begitu Jadi Pengurus, Otomatis Berhenti

Kompas.com - 19/06/2010, 14:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menegaskan bahwa Andi Nurpati yang masuk jajaran pengurus PD 2010-2015, tetapi masih menjabat anggota KPU, harus mundur dari KPU. Hal tersebut dikarenakan, menurut Anas, setiap orang yang telah masuk partai tidak dapat dianggap independen untuk duduk dalam KPU.

"Kalau seseorang masuk partai itu tentu harus melepaskan posisinya yang dilarang menjadi bagian dari partai. Terkait Bu Andi, begitu juga pengurus lain, otomatis harus berhenti," katanya seusai menghadiri silaturahim pengurus PD 2010-2015, di Jakarta, Sabtu (19/6/2010).

Anas juga menegaskan bahwa PD tidak perlu mengimbau kepada Andi karena seharusnya Andi mengetahui secara pasti aturan tersebut. Pemilihan Andi sebagai pengurus, lanjut Anas, merupakan keputusan formatur atas dasar kompetensi Andi.

"Bu Andi punya kompetensi, masih muda, perempuan, maka diputuskan, tentu setelah konfirmasi dengan Bu Andi," ujarnya.

Ketika ditanya kemungkinan keberadaan Andi dalam kepengurusan dapat merusak citra partai, Anas menjawab, "Ini kan soal pilihan, yang penting bagaimana ketentuan undang-undang. Prinsip independensi KPU dijamin, begitu jadi bagian Demokrat, harus berhenti," katanya.

Anas juga membantah jika dikatakan bahwa pemilihan Andi sebagai bagian pengurus merupakan balas budi PD kepada Andi dalam pemenangan PD pada Pemilu 2004. "Sama sekali tidak, demokrat bekerja keras, bekerja bersih, sama sekali tidak ada kaitan yang itu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau