RUSNTENBURG, KOMPAS.com - Bintang Australia Harry Kewell menyesal telah mendapat kartu merah melawan Ghana. Namun, ia berharap pertandingan itu bukan laga itu terakhirnya di piala dunia.
Kewell mendapat kartu merah langsung karena dianggap sengaja menahan bola dengan tangannya di kotak penalti. Ia begitu kecewa terhadap keputusan wasit Roberto Rosseti itu, apalagi sebelumnya ia bermain baik selama mempertahankan keunggulan "Socceroos" sejak menit ke-10.
Akibat hand ball Kewell itu, Ghana dapat menyamakan kedudukan melalui penalti Asamoah Gyan di menit ke-24. Dengan sepuluh pemain, Australia masih dapat mempersulit Ghana hingga laga berakhir dengan skor 1-1. Kewell hanya bisa menyimpan kekecewaan dalam hatinya.
"Aku harap ini bukan pertandingan terakhirku di Piala Dunia. Aku tak ingin berakhir seperti ini. Inilah sepak bola. Anda bermain bagus, lalu keputusan dari wasit datang dan semuanya berubah. Sepak bola memang seperti itu," kata Kewell.
"Aku pikir para pemain tetap bermain bagus walau aku telah keluar. Sekarang kami harus bekerja keras di pertandingan terakhir (lawan Serbia)," lanjut mantan bintang Liverpool tersebut.
Dalam usia 31 tahun, sulit bagi Kewell untuk bisa bermain lagi di turnamen ini. Peluang Australia untuk lolos ke 16 besar kali ini sangat kecil karena tiga tim lainnya punya selisih poin minimal dua angka. Kalaupun harus menunggu hingga empat tahun mendatang, belum tentu Kewell bisa memperkuat tim "Kanguru" di Brasil. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang