Piala dunia

Harapan Kewell di Balik Kartu Merahnya

Kompas.com - 20/06/2010, 02:29 WIB

RUSNTENBURG, KOMPAS.com - Bintang Australia Harry Kewell menyesal telah mendapat kartu merah melawan Ghana. Namun, ia berharap pertandingan itu bukan laga itu terakhirnya di piala dunia.

Kewell mendapat kartu merah langsung karena dianggap sengaja menahan bola dengan tangannya di kotak penalti. Ia begitu kecewa terhadap keputusan wasit Roberto Rosseti itu, apalagi sebelumnya ia bermain baik selama mempertahankan keunggulan "Socceroos" sejak menit ke-10.

Akibat hand ball Kewell itu, Ghana dapat menyamakan kedudukan melalui penalti Asamoah Gyan di menit ke-24. Dengan sepuluh pemain, Australia masih dapat mempersulit Ghana hingga laga berakhir dengan skor 1-1. Kewell hanya bisa menyimpan kekecewaan dalam hatinya.

"Aku harap ini bukan pertandingan terakhirku di Piala Dunia. Aku tak ingin berakhir seperti ini. Inilah sepak bola. Anda bermain bagus, lalu keputusan dari wasit datang dan semuanya berubah. Sepak bola memang seperti itu," kata Kewell.

"Aku pikir para pemain tetap bermain bagus walau aku telah keluar. Sekarang kami harus bekerja keras di pertandingan terakhir (lawan Serbia)," lanjut mantan bintang Liverpool tersebut.

Dalam usia 31 tahun, sulit bagi Kewell untuk bisa bermain lagi di turnamen ini. Peluang Australia untuk lolos ke 16 besar kali ini sangat kecil karena tiga tim lainnya punya selisih poin minimal dua angka. Kalaupun harus menunggu hingga empat tahun mendatang, belum tentu Kewell bisa memperkuat tim "Kanguru" di Brasil. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau