Televisi Pemerintah China, Sabtu, menayangkan gambar orang-orang yang terpaksa bertengger di puncak atap rumah mereka yang nyaris seluruhnya terendam air bah.
Menurut Kantor Pengendali Banjir China, permukaan air banjir sudah melampaui batas aman di belasan sungai di China selatan, termasuk Pearl River (Xi Jiang, Bei Jiang, dan Dong Jiang) di jantung wilayah manufaktur China selatan.
Di kota Nanping, Provinsi Fujian, tentara-tentara berjuang dari derasnya arus air bah berwarna coklat untuk menyelamatkan para pelajar sekolah dasar yang terjebak banjir. Sabtu pagi kemarin, lebih dari 1.000 orang terpaksa diungsikan dari sebuah sekolah yang terisolasi banjir.
Hujan deras disertai badai luar biasa yang melanda di sebagian besar China selatan sejak Minggu pekan lalu telah membobol sejumlah waduk. Hal itu mengakibatkan meluapnya air di beberapa sungai, menimbulkan bencana longsor, matinya tenaga listrik, dan merusakkan sejumlah jalan raya, demikian menurut sebuah situs web penanggulangan bencana banjir China.
Musim hujan di China, yang melanda sejak bulan Mei, menimbulkan bencana banjir yang tercatat terburuk dalam seabad terakhir di wilayah-wilayah selatan China, seperti Provinsi Yunnan, Guizhou, dan Guangxi.
Kantor berita China, Xinhua, memberitakan, di Provinsi Fujian saja tercatat setidaknya 25 orang tewas akibat bencana longsor karena hujan dan 15 orang dinyatakan masih hilang.
Foto-foto yang dipublikasikan China News Service memperlihatkan penduduk di wilayah Gutian di Fujian mengenakan baju pelampung, menyeberangi jalanan yang terendam banjir.
Juga di Fujian, televisi setempat menayangkan runtuhnya sebuah jembatan yang dilanda air bah. Sementara di provinsi tetangganya, Guangdong, banyak rumah terendam hampir seluruhnya.
Menurut seorang pejabat Kantor Pengendali Banjir China, setidaknya 5,5 juta orang di China selatan terkena dampak banjir, termasuk mereka yang menderita cedera akibat banjir serta kehilangan properti milik mereka.
Pusat Meteorologi Nasional China mengingatkan, Sabtu, badai dan hujan diperkirakan masih mungkin melanda wilayah selatan China sampai Minggu petang ini.
”Masih akan ada curah hujan deras sampai tiga hari ke depan, dan petugas pengendali banjir akan dihadapkan pada tantangan berat,” demikian pernyataan Pusat Meteorologi Nasional China.
Kerugian akibat banjir di China selatan ini diperkirakan mencapai 11 miliar yuan atau senilai 1,6 miliar dollar AS.
Otoritas China hari Sabtu juga meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir di wilayah China selatan. Sementara aksi penyelamatan terhadap korban banjir serta upaya penanggulangan juga terus-menerus ditingkatkan.
Harian China Daily bahkan memberitakan, sembilan pejabat lokal di wilayah otonomi Guangxi Zhuang yang bertugas di waduk ditindak tegas lantaran dinilai lalai dalam bertugas. Saat banjir melanda, mereka tertangkap di layar monitor tengah sibuk bermain poker.