Piala dunia 2010

Ironi Afrika di Benua Sendiri

Kompas.com - 20/06/2010, 04:54 WIB

KOMPAS.com — Negera-negara dari benua Afrika menuai hasil yang tidak sesuai harapan dalam perjuangannya pada Piala Dunia 2010. Dari enam negara yang ambil bagian dalam pesta sepak bola terakbar yang berlangsung di Afrika Selatan ini, hanya Ghana yang sedikit memberikan penghiburan karena perjalanannya bisa sedikit lebih panjang.

Namun, tidak dengan yang lain karena mereka sedang berada di ujung tanduk alias sangat kritis. Bahkan, Kamerun yang menjadi negara terbaik di benua Afrika ini—karena peringkatnya paling tinggi di ranking FIFA, yaitu 19—sudah pasti tersingkir, menyusul kekalahan yang mereka alami dari Denmark, Minggu (20/6/2010) dini hari WIB. Sebuah ironi di benua sendiri!

Ya, seharusnya Piala Dunia 2010 ini bisa menjadi panggung bagi tim-tim Afrika untuk mempertontonkan kehebatan, kekuatan, dan kecantikan bermain bola. Alasannya, mereka beraksi di rumah sendiri, yang tentunya mendapat banyak dukungan dari suporter fanatik, kreatif, dan ekspresif.

Padahal, ketika tampil di luar benuanya, negara-negara Afrika hampir selalu membuat kejutan. Lihat saja apa yang pernah dibuat Nigeria, Kamerun, dan Ghana ketika Piala Dunia digelar di Eropa, Amerika, ataupun Asia. Mereka sangat sulit ditaklukkan dan prestasi terburuknya menembus babak kedua.

Akan tetapi, cerita-cerita indah itu menjadi hilang tak berbekas ketika mereka manggung di tanah sendiri. Afsel, sang tuan rumah, terancam menjadi tuan rumah pertama pertandingan akbar ini yang langsung tersisih pada fase grup karena hanya bermain imbang 1-1 lawan Meksiko pada partai pembuka penyisihan Grup A dan dibantai 0-3 oleh Uruguay pada laga kedua.

Tak jauh berbeda, Nigeria yang biasanya sangat diperhitungkan dalam setiap keikutsertaannya pada turnamen empat tahunan ini malah menelan dua kekalahan. Setelah menyerah 0-1 dari Argentina pada laga perdana penyisihan Grup B, "Super Eagles" kembali keok saat bertemu Yunani. Mereka kalah 1-2 sehingga peluang menuju babak 16 besar hampir tertutup. Namun, kansnya masih ada karena Yunani dan Korea Selatan yang merupakan rival di grup itu juga sudah menelan satu kekalahan.

Dari Grup C, Aljazair juga masih memiliki peluang lolos meskipun kecil. Adalah kekalahan 0-1 dari Slovenia pada laga pembuka yang membuat "Rubah Gurun" ini terhimpit, apalagi pada laga kedua mereka hanya bermain 0-0 melawan Inggris. Akan tetapi, keberhasilan menahan Inggris membuat mereka mendapat pujian karena satu poin dari tim favorit itu justru sedikit membuka jalan menuju perdelapan final.

Nah, yang membuat negara dari benua Afrika cukup bangga adalah performa Ghana. "The Black Stars" kini memimpin klasemen sementara Grup D setelah menang 1-0 atas Serbia di partai perdana, dan mampu menahan imbang Australia 1-1 pada laga kedua, Sabtu (19/6/2010). Mereka mengangkangi Jerman, yang akan jadi lawannya pada partai krusial sekaligus pamungkas penyisihan grup, 24 Juni mendatang.

Namun, Kamerun yang semula sangat diharapkan bisa menghadirkan kejutan pada Piala Dunia di Afrika ini justru meraih hasil yang menyedihkan. Mereka menjadi tim pertama pada Piala Dunia 2010 ini yang sudah pasti tersingkir karena kalah 1-2 dari Denmark pada laga kedua penyisihan Grup E. Sebelumnya, tim "Singa Perkasa" juga dipecundangi Jepang dengan skor tipis 0-1. Meskipun masih menyisakan satu laga melawan tim yang sudah pasti lolos, Belanda, pada 25 Juni, duel ini tak menentukan lagi. Satu tiket tersisa akan diperebutkan Jepang vs Denmark pada hari yang sama.

Wakil terakhir dari Afrika, Pantai Gading, masih menyimpan asa untuk bertahan setelah pada laga perdana penyisihan Grup G bermain imbang 0-0 melawan Portugal. "The Elephants" akan melanjutkan perjuangannya pada 21 Juni nanti ketika bertemu juara dunia lima kali, Brasil. Seri apalagi kalah akan membuat pintu fase knock-out mulai tertutup bagi Didier Drogba dan kawan-kawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau