Jalan santai bersama megawati

Sopir Epilepsi, 43 Orang Jadi Korban

Kompas.com - 20/06/2010, 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setidaknya 43 peserta jalan santai bersama Megawati Soekarnoputri, dalam rangka Bulan Bung Karno, terserempet mobil Toyota Avanza berwarna perak yang melaju tak terkendali di Senayan, Minggu (20/6/2010).

Ke-43 korban tersebut sempat dirawat di RS Mintohardjo, Jakarta. "Jadi, ketika mereka sama-sama belum sampai di finis, ada kendaraan yang lewat. Pengemudinya epilepsi, kambuh, mobil jalan seperti anak kecil," ujar panitia penyelenggara jalan santai dari DPD DKI PDIP, HM Subagio, di RS Mintohardjo.

Pelaku penabrakan tersebut menurut Subagio adalah seorang laki-laki berusia 28 tahun berinisial TK. Pelaku menderita epilepsi sehingga tidak dapat mengemudi dengan baik. "Jadi, karena epilepsi, kakinya kaku. Bukannya nginjek rem, malah gas. Sekarang dibawa sama dokter," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, seorang korban bernama Atin Suarsi (46), warga Srengseng Sawah Jakarta, dalam keadaan koma. Ia kini berada di Unit Gawat Darurat RS Mintohardjo dan akan dirujuk ke RS lain.

Hingga berita ini diturunkan, 11 korban termasuk Atin masih menjalani perawatan di RS Mintohardjo. Selain Atin, korban rata-rata menderita luka ringan hingga sedang. Adapun biaya pengobatan korban menurut Subagio akan ditanggung pihak penyelenggara. "Kalau pelaku ya itu urusan dia dengan polisi, tapi kita penyelenggara dulu," katanya.

Subagio juga mengatakan bahwa Sekjen PDI-P, Tjahjo Kumolo, telah menjenguk para korban tersebut. "Bu Mega tadi ada di gerak jalan, ke sini diwakilkan Pak Tjahjo Kumolo," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau