100 tahun muhammadiyah

Beringharjo Girang Sambut Kaum Modernis

Kompas.com - 20/06/2010, 17:32 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pedagang Pasar Beringharjo, Yogyakarta bergirang hati karena di kota itu akan dihelat pertemuan penting dan terutama ramai, yakni Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta, 3-8 Juli.

Di kota inilah, seabad lampau KH Achmad Dahlan bersama koleganya menegakkan Muhammadiyah, organisasi massa Islam berhaluan modernis dengan semangat yang sama sekali baru pada zamannya.  

"Pasti ada persiapan menjelang muktamar nanti. Khusus persiapan stok barang akan disesuaikan dengan perkiraan jumlah pengunjung saat muktamar nanti," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi di Yogyakarta, Minggu (20/6/2010).

Ia memperkirakan, jumlah pengunjung di Pasar Beringharjo pada saat pelaksanaan muktamar akan meningkat hingga lima kali lipat dibanding hari biasa.

Jika dibandingkan saat libur sekolah seperti saat ini, berarti pengunjungnya akan sekitar dua kali lipat. Katanya, pengunjung saat libur sekolah bisa mencapai 20.000 hingga 25.000 orang per hari.

Ujun menyatakan, jenis-jenis barang yang akan diminati oleh pembeli adalah fashion muslimah, kerajinan khas Yogyakarta dan batik. "Jadi, pedagang mulai memperbanyak barang-barang jenis itu karena pasti akan diminati pengunjung," lanjutnya.

Ia menyatakan, pedagang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung sehingga pengunjung pun tidak segan-segan untuk kembali datang berbelanja di Pasar Beringharjo.

"Semua pedagang diminta untuk tetap ramah. Kami hanya mengandalkan istilah yang ada di masyarakat yaitu belum ke Yogyakarta kalau belum mampir ke Malioboro dan Beringharjo," katanya.

Sejumlah los dan kios kosong yang masih ada di Pasar Beringharjo, lanjut dia, juga dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang untuk menambah lokasi berdagang mereka.

Ujun pun menyatakan, persiapan lain untuk menyambut muktamar nanti adalah dengan membuka lebih awal pusat grosir yang berada di lantai dua.

"Pusat grosir itu rencananya dibuka pada awal Juli, tetapi diputuskan untuk dibuka pada 30 Juni karena diperkirakan sudah ada peserta muktamar yang datang," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Achmad Fadli menyatakan telah mengimbau kepada semua pedagang untuk menambah stok barang dagangan.

"Dari hasil koordinasi, pedagang sudah diminta untuk menambah stok barang karena sudah dapat dipastikan ada peningkatan jumlah pengunjung selama muktamar berlangsung.

"Peserta muktamar pasti ingin mencari oleh-oleh dan salah satu tempat yang menjadi tujuan utama mereka pasti Beringharjo," katanya.

Selain menambah stok barang, pihak Dinas Pengelolaan Pasar juga akan menambah personil keamanan dari 30 orang menjadi 45 orang. "Jumlah personil keamanan yang akan diterjunkan sama dengan jumlah pada saat libur lebaran," katanya.

Ia menyatakan, belum akan menambah pemandu di pasar karena akan memaksimalkan tugas personil keamanan untuk memberikan informasi kepada pengunjung.

Ketua Panitia Penerima Muktamar Satu Abad Muhammadiyah Herry Zudianto memperkirakan jumlah peserta muktamar yang akan datang ke Yogyakarta mencapai 200.000 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau