Swiss dan Cile, dua tim yang menang 1-0 pada pertandingan pembuka Grup H, bakal bertemu hari Senin (21/6). Mereka sadar, kemenangan hampir memastikan tiket ke babak 16 besar. Namun, tidak hanya soal tiga poin, keduanya juga mengusung misi untuk menghindari dari kemungkinan bertemu Brasil di babak kedua.
Swiss mengejutkan dunia dengan kemenangan gemilang atas salah satu tim favorit juara, Spanyol, sementara Cile membekuk Honduras pada laga perdana Grup H.
”Kami harus bermain dengan kepala dingin dan tidak memberi Cile peluang. Jika kami kehilangan akal, kami tidak akan memiliki peluang,” kata Hitzfeld dalam jumpa pers di markas Swiss di Vanderbijlpark, seperti dikutip AFP. ”Secara mental, pertandingan melawan Cile akan lebih sulit dibandingkan dengan laga pertama kami.”
Pelatih asal Jerman itu menambahkan, Cile, yang lolos ke Afrika Selatan di atas raksasa Amerika Latin, Argentina, pada kualifikasi, akan mengawali pertandingan sebagai tim favorit dengan pemain yang secara individu luar biasa. Hitzfeld menandaskan, mereka akan mati-matian meraih tiga poin karena ingin lolos ke putaran kedua sebagai juara grup untuk menghindari potensi bertemu juara Grup G di babak 16 besar yang kemungkinan akan direbut Brasil.
Striker Swiss, Blaise Nkufo, sepakat dengan bosnya. ”Tidak ada seorang pun yang mengira kami akan mengalahkan Spanyol, tetapi kami melakukannya. Sekarang kami harus melupakan kemenangan itu,” tandas Nkufo, striker kelahiran Zaire ini. ”Kami tidak akan berbicara soal itu lagi, hanya fokus untuk pertandingan berikutnya, musuh berikutnya.”
Kubu Cile juga bakal mengerahkan segenap kekuatan untuk merebut tiga poin. Sama seperti Swiss, mereka mengusung misi agar tidak bertemu Brasil di babak kedua. Penyerang Jean Beausejour, yang mencetak gol kemenangan Cile ke gawang Honduras, mengatakan, mereka harus mengubah fokus mereka melawan Swiss yang bakal berlangsung di Nelson Mandela Bay.
”Melawan Honduras, kami adalah tim yang bermain untuk mencari kemenangan,” kata Beausejour dikutip Reuters. ”Melawan Swiss, hal itu harus berubah. Mereka memiliki potensi untuk melakukan serangan balik dan ini akan menjadi pertandingan yang sangat seimbang.”
Tidak ada keraguan soal kemampuan Swiss untuk bertahan, seperti yang telah mereka perlihatkan sewaktu melawan Spanyol. Mereka mencatatkan rekor 490 menit, yang bertahan sejak turnamen empat tahun lalu, tanpa kebobolan di Piala Dunia. Mereka hanya kalah adu penalti dari Ukraina di Jerman.
Usaha Swiss untuk mempertahankan rekor tidak pernah
Kekhawatiran soal kondisi lapangan Stadion Nelson Mandela Bay memaksa perubahan jadwal latihan dan kedatangan kedua tim. Ofisial FIFA menjelaskan bahwa kondisi lapangan, yang diguyur hujan selama tiga hari awal pekan lalu, cukup baik saat dipakai menggelar laga Serbia melawan Jerman. Namun, Swiss dan Cile dilarang berlatih di stadion itu kemarin. Swiss akan berlatih di lapangan sebuah universitas di Port Elizabeth. Sementara Cile berencana berlatih di Nelspruit, sebelum terbang ke Port Elizabeth, 24 jam sebelum laga.
Cile yang diasuh pelatih asal Argentina, Marcelo Bielsa, berharap striker Humberto Suazo, pencetak gol terbanyak pada laga kualifikasi, kembali bermain setelah pulih dari cedera. Kubu Cile dipaksa membantah spekulasi soal kondisi gelandang Jorge Valdivia setelah pacar sang pemain menyebutnya cedera.
Bek Cile, Gary Medel, yang bertinggi badan hanya 171 sentimeter, menyatakan tidak akan takut menghadapi striker Swiss yang jauh lebih tinggi daripada dirinya. ”Saya tidak mau disebut banci,” ujarnya. (Prasetyo Eko P)