Perumahan

Target Penyerapan Rumah Sederhana Terancam

Kompas.com - 21/06/2010, 04:40 WIB

Jakarta, Kompas - Penyerapan rumah sederhana bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tahun 2010 terancam tak mencapai target. Itu disebabkan pengucuran kredit pemilikan rumah sederhana sehat atau RSH dan rumah susun sederhana milik atau rusunami bersubsidi terhambat selama 6 bulan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo di Jakarta, Minggu (20/6). Tahun 2010, penyerapan RSH ditargetkan sebanyak 150.000 unit, sedangkan rusunami sebanyak 30.000 unit.

Hambatan penyerapan bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4,5 juta per bulan itu disebabkan sebagian perbankan menghentikan kredit rumah bersubsidi sejak awal 2010. Penghentian itu dipicu oleh rencana pemerintah mengganti pola pembiayaan subsidi rumah menjadi fasilitas likuiditas.

Fasilitas likuiditas akan digulirkan pemerintah mulai Juli 2010 berupa subsidi bunga kredit rumah sehingga menjadi di kisaran 8-9 persen selama tenor pinjaman 10 tahun. Skim pembiayaan itu menggantikan pola lama subsidi berupa subsidi uang muka rumah dan selisih bunga kredit.

Meski demikian, ujar Eddy, penggantian pola subsidi kredit perumahan per Juli 2010 membutuhkan masa transisi dan penyesuaian bagi pemangku kepentingan perumahan, di antaranya sosialisasi persyaratan subsidi, skim pembiayaan, dan kejelasan mekanisme penyaluran kredit oleh perbankan.

Di sisi lain, kemampuan konsumen untuk mengakses rumah subsidi akan semakin berat karena dihapusnya subsidi uang muka rumah. Pihaknya meminta pemerintah dan perbankan menyepakati penurunan besaran uang muka rumah dari 10-20 persen menjadi 3-5 persen dari harga rumah. (LKT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau